Rangga berdiri di samping perangkat desa dan seorang ustadz yang sedang memberikan sepatah dua patah kata kepada para rombongan takziah sebelum jenazah Didi di bawa untuk di kebumikan. Memohon kepada para siapapun yang hadir di sana untuk memaafkan apa bila ada kesalahan Didi di masa hidupnya kepada mereka, diiringi isak tangis keluarganya keranda berisi jenazah Didi mulai di gotong untuk selanjutnya di bawa ke tempat pemakaman umum yang tidak terlalu jauh dari rumah mereka. Semua rombongan takziah mengikuti dengan berjalan kaki, termasuk Rangga dan keluarganya. Rangga berjalan berjalan berdampingan dengan Handoko saat tiba-tiba Panji membersamai langkah mereka. "Pak Lurah, apa kabar?" tanya Panji seperti biasa dengan nada bicaranya yang tidak pernah terdengar tulus selalu ada nada me

