"Rangga!" Randu terpekik seraya membuka kedua matanya, seolah memanggil seseorang yang telah berjalan jauh meninggalkan dirinya. "Randu, Sayang, aku di sini," jawab Rangga yang berdiri tepat di samping ranjangnya, bagaikan seseorang yang tengah berlari cepat kiloan meter napas Randu terengah-engah dengan kedua tangan yang langsung memeluk sang suami. "Rangga, kamu baik-baik saja?" tanya Randu dalam pelukannya. "Iya Randu, aku baik-baik saja, dan aku menjadi lebih baik karena melihat kamu sudah sadar." Rangga membelai rambut panjang Randu yang sedikit berantakan, lalu menciumi pucuk kepala yang ada dalam dekapannya. Handoko melihat hal itu dalam kepiluan yang tiba-tiba terasa, sungguh ia menyaksikan sendiri bagaimana kedua insan itu saling mencinta. Saling mencinta dalam keadaan y

