*Tamat*

2034 Words

"Sayang, Ibu kangen." Randu memeluk tubuh sang putra yang kini sudah menginjak usia sepuluh bulan itu, putranya yang ia tinggalkan saat masih baru bisa tengkurap kini sudah bisa berdiri dan merambat pada kursi dan melangkahkan kaki mungilnya seraya berpegangan, bayi tampan itu tertawa riang saat Randu mencium kedua pipi gembilnya seolah ia juga tengah melepaskan kerinduannya pada wanita yang telah mengandung dan melahirkannya itu. Sebuah hal yang Randu sesali adalah meninggalkan Zidan dan melewatkan beberapa tahapan tumbuh kembangnya, ia tahu jika selama ditinggalkan sang putra sama sekali tidak kekurangan kasih sayang, tetapi rasanya tetap akan berbeda jika ia tidak bisa mendekap sang putra. "Randu, kamu cantik sekali, Nak. Tubuhmu juga bagus, tidak sekurus saat kamu pergi dulu," puji

Great novels start here

Download by scanning the QR code to get countless free stories and daily updated books

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD