Amuk massa

1206 Words

Salwa menyunggingkan senyum melihat Randu yang dengan sungguh-sungguh belajar mengaji, dalam hati ia pun mengakui jika Randu wanita yang cerdas meskipun dalam hatinya ia tetap lebih mengharapkan jika wanita itu tidak pernah ada dalam hidupnya, tetapi mau bagaimana lagi, mungkin ini memang sudah menjadi garis takdirnya hidup menjadi yang kedua. Ia pun tidak bisa mengelak jika hidup bertahun-tahun bersama Rangga telah membuat lelaki itu merajai hatinya meski ia sadar jika Rangga tetap separuh hati menerimanya. "Salwa, kamu baik sekali mau mengajarkan aku mengaji," ujar Randu setelah ia menutup buku dengan deretan huruf-huruf Hijaiyah di dalamnya. "Ini adalah kewajibanku, Mbak. Kita diwajibkan membagi ilmu yang kita miliki, mengajarkan kepada seorang yang tidak bisa, terlebih lagi ini a

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD