Lim masuk ke ruang ganti. Melepas jaket biru gelapnya. Menggantungnya di loker. Berganti mengenakan seragam biru yang terdapat bercak oli dimana-mana. "Apa aku harus mendengarkan omelan si kumis kotor tiap kau terlambat?" kata Yang. Pria berkacamata dengan rambut rapinya, masuk secara tiba-tiba. "Jantungku hampir lepas! Ketuk pintu dulu! Kebiasaan!" Pungkas Lim, menutup loker. "Aaah.. Jadi, kebiasaan burukku tidak mengetuk pintu sebelum masuk membuatmu jengkel? Lalu, bagaimana dengan kebiasaan terlambatmu? Aku tidak salah apa-apa. Tapi, kumis kotor itu selalu membentakku!" "Hehe. Nanti aku belikan minuman yang super mahal." "Hah! Dapat uang darimana kau? Hutangmu di aku saja masih 50.000 Won." "Akan ku kembalikan. 5 kali lipat." Mata sipit Yang sedikit melebar. Berbisik pada Lim, "

