Chapter 18

1614 Words

Korea Selatan Gin tengah menemani Ken yang tengah berkemas. Hanya duduk di bibir ranjang, samping ransel hitam yang tengah terisi oleh beberapa peralatan yang mungkin mereka butuhkan saat melakukan perjalanan ke padang aurora. Pandangannya menerawang, namun tertuju pada Ken. Intuisinya yang selalu berubah setiap detik, membuat hatinya berkecamuk. Dan itu bukan seperti sikap Gin yang selalu tepat soal perasaaan dan pilihan. Apapun yang dilakukannya selalu melewati penalaran yang sempurna. Juga selalu ia pikirkan dengan matang-matang. Dampak positif dan negatifnya pun ia telah mampu menerimanya, meskipun itu semua masih sebuah angan. Namun, kali ini, ia dibimbangkan oleh kemampuan intuisinya sendiri. Sikap tidak tegas pun muncul tiba-tiba dalam diri Gin. Ini semua karena tujuan dari perja

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD