Mas Graha seharusnya tidak bisa mengelak lagi. Aku sudah membuka rahasianya yang selama beberapa hari ini mengganjal di pikiranku. Aku mengatur napasku yang semakin berat karena tangisanku. Tiba-tiba Mas Graha tertawa dengan keras. Aku menatapnya bingung, apa dia tidak bisa menghargai perasaanku sedikit saja? "Apa May nggak salah? Mantan pacar Diara?! Mas aja nggak pernah pacaran dengan dia," katanya sambil tersenyum. "May nggak mungkin salah dengar, Mas. Jelas-jelas Mbak Diara sendiri yang ngaku kalau dia mantan pacar Mas waktu sekolah dulu!" sahutku geram. Aku rasa saat ini Mas Graha tidak mau mengakui kebohongannya. "May, sini dengar dulu Mas bicara." Dia menarik tanganku agar duduk di dekatnya. Awalnya aku menolak, tapi perlahan Mas Graha menggengam tanganku. Tanpa kusadari, aku te

