Dua hari sudah May seolah-olah hilang. Dia benar-benar menghindariku. Tidak ada kejelasan tentang May yang sebenarnya. Setiap hari aku selalu mendatangi rumahnya. Tapi, selalu jawaban yang sama yang kudapat dari Didi, May masih menginap di rumah temannya. Dan sampai saat ini, aku tidak tahu siapa temannya itu. Aku sudah mendatangi kantor May, dan lagi-lagi jawaban yang kudapat hanya membuatku kesal. May tidak masuk, dia mengambil cuti tahunannya. Rasanya sebentar lagi kesabaranku akan habis. Dan yang paling membuatku berang, ponsel May benar-benar tidak aktif sampai saat ini. Bagaimana caranya aku bisa menghubunginya. Aku mengendarai mobilku tanpa arah. Itu yang kulakukan dua hari ini, semenjak May menghilang. Memang benar, aku seperti kehilangan arah. Aku tidak tahu kenapa bisa sehebat

