Bab 40. Persiapan Surprise

1146 Words

Ruang keluarga yang biasanya hanya berisi sofa abu-abu dan rak buku kini berubah total. Lampu-lampu utama dimatikan, digantikan oleh kilau lembut puluhan lilin yang ditempatkan berderet di atas lantai, meja, dan ambang jendela. Mawar merah dan putih tertata rapi dalam vas kaca bening, aroma manisnya memenuhi udara. Di sudut ruangan, sebuah piano hitam mengkilap menunggu jemari seseorang untuk membangunkannya. Arnie berdiri di tengah ruangan, menarik napas lega. Matanya memeriksa setiap detail, serbet yang sudah terlipat sempurna, dua piring porselen. "Akhirnya selesai juga," ucap Arnie seraya menghela nafas. Arnie beristirahat sejenak, lalu meraih ponselnya untuk menghubungi sang kakak. Rencana selanjutnya selalu membutuhkan bantuan dari Arga, ia ingin membuat malam ini tidak bisa di lu

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD