Setelah Wira pergi, Daren pun memikirkan perkataan sahabat nya itu. Wira dulu sering main ke rumah Daren, sering bertemu dengan Arnie yang menemani Dena belajar. Selama itu pula Wira sering memuji kecantikan dan sikap Arnie yang dinilai baik, sopan, dan tidak genit seperti wanita kebanyakan. "Apa maksud Wira bicara seperti itu? Jangan-jangan dia ingin membela Arnie karena sudah suka pada Arnie sejak dulu," gumam Daren. Tanpa disadari api cemburu membakar hati Daren, lelaki itu mengepalkan tangannya. Ia tak suka melihat cara bicara Wira saat mengatakan Arnie cantik, baik, dan pintar. Ia tidak suka saat Wira mencoba berbicara dan meminta nomor telpon Arnie, dan ia sangat tidak suka saat mengira Wira mencoba membela Arnie atas kesalahan yang ia lakukan. Keesokan harinya, Arnie kembali meng

