Sementara saat Rudi dan Owel berjalan menuju rumah kediaman Bambang dan Pak Satria, tampak Bambang yang terbangun dari tidurnya karena tidak tahan hendak buang air kecil.
Bambang segera beranjak bangun dari sofa, kemudian bergegas berjalan menuju ke kamar kecil. Namun, langkahnya terhenti tepat di depan kamar dimana Rudi dan istrinya menginap karena pintu kamar itu tampak sedikit terbuka.
Bambang perlahan mendekati pintu lalu mengintip ke dalam kamar dari celah pintu yang sedikit terbuka itu.
"Waaah! Cantik banget!" seru Bambang lirih menatap ke dalam kamar tepat ke arah Nanda yang sedang tertidur dengan sangat lelap. Imajinasi Bambang pun mulai muncul, ia kembali mengkhayal memiliki istri yang cantik jelita seperti Nanda istrinya Rudi.
Sementara itu, saat Rudi dan Owel berjalan menuju ke kediaman Bambang.
"Eh, Wel..." Rudi seketika menghentikan langkahnya.
"Kenapa, Rud?" tanya Owel.
"Gua kelupaan kalau motor gua belum dikonci stang," sahut Rudi.
"Ya udah, lu konci aja dulu cepetan soalnya di kampung ini sering kejadian kehilangan motor, apalagi motor lu itu tipe MOGE" ucap Owel.
"Iya, gua tau.. Makanya gua takut..." Rudi pun kembali menuju ke rumah kediaman Nenek Mirah, "Lu duluan aja, Wel," sambung Rudi kemudian langsung menghampiri motornya yang terparkir di depan rumah untuk mengunci stang motor gedenya.
Owel pun lebih dahulu memasuki rumah kediaman Bambang meninggalkan Rudi yang kembali ke rumah kediaman Nenek Mirah untuk mengunci stang motor gedenya.
Dengan sangat pelan Owel membuka pintu rumah agar tidak membuat Pak Satria dan Bambang terganggu, kemudian Owel perlahan masuk ke dalam rumah.
"Bambang mana?" ucap Owel lirih ketika menengok ke arah sofa dan tidak melihat Bambang di sana, kemudian menoleh ke arah televisi yang dibiarkan menyala, sedangkan Pak Satria sedang terlelap tepat berbaring di depan televisi itu, "Ini yang nonton tv orangnya, apa tv-nya yang nonton orang sih?" gumam Owel tersenyum tipis sambil menggeleng, "Gua cuci muka aja dulu deh," ucap Owel lirih kemudian berjalan perlahan menuju kamar mandi dan lewat di samping Pak Satria yang tidur dan berbaring di depan televisi. "Ngapain tuh si Bambang?" gumam Owel heran ketika melihat Bambang yang sedang berada di depan kamar. "Itu kan, kamar buat Rudi sama istrinya nginep?" gumam Owel lagi kemudian mengendap-endap menghampiri Bambang. "Wah! Parah nih si Bambang," gumam Owel lagi sambil menggelengkan kepalanya ketika berhasil berdiri di belakang Bambang tanpa ketahuan. "Aha! Gua punya ide!" gumam Owel dengan menunjukkan raut wajahnya yang mulai usil, "Gua kagetin aja ah, hihi," gumam Owel lagi sambil tertawa pelan kemudian berjalan mengendap-endap mendekati Bambang.
"Dor!" Owel mengejutkan Bambang, hingga seketika Bambang pun langsung terkejut dan kepalanya membentur gagang pintu dengan keras.
"Ngapain lu...!" seru Owel.
Namun, Bambang menahan rasa malunya dengan menunjukkan ekspresi seolah tidak terjadi apa-apa, kemudian tanpa mengatakan apa pun langsung berjalan menuju ke dapur tepat ke kamar kecil meninggalkan Owel yang di depan kamar.
"Huh! Gangguin mulu!" gerutu Bambang sambil melangkah menuju kamar kecil di dapur.
Sementara itu, Owel tampak bingung dengan kelakuan Bambang yang aneh.
"Bambang... Bambang... Ada aja kelakuan lu, Mbang..." ucap Owel lirih sambil menggelengkan kepalanya kemudian berjalan kembali menuju ke ruang tamu lalu menonton televisi sambil duduk di samping Pak Satria yang tidur berbaring tepat di depan televisi.
"Eh, Wel... Gua kira lu udah main duluan..." ucap Rudi seketika melihat Owel yang duduk di dekat Pak Satria yang berbaring di depan televisi.
"Belum lah. Kan, kata lu mau mabar," sahut Owel.
"Ya udah, yuk mulai..." ucap Rudi kemudian ikut duduk di dekat Pak Satria yan tidur di depan televisi.
Rudi dan Owel pun bermain game online bersama-sama yang mereka sebut dengan istilah 'Mabar'.
Sementara saat Rudi dan Owel sedang asik mabar, Bambang dengan tanpa ekspresi lewat di depan mereka dan langsung merebahkan tubuhnya di atas sofa di ruang tamu.
Karena mendengar suara berisik di dekatnya, Pak Satria pun terbangun dari tidurnya. Pak Satria langsung menoleh ke sampingnya tepat menatap Rudi dan Owel yang menyebabkan dia terbangun.
"Eh, Rudi?" Pak Satria langsung beranjak duduk.
"Iya, Om... he," sahut Rudi tersenyum cengengesan karena merasa bersalah membuat Pak Satria terbangun dari tidurnya.
"Kapan datang?" tanya Pak Satria seketika.
"Tadi sore Rudi datang, Om," sahut Owel menjawabkan sambil terus menatap layar smartphone untuk bermain game online di smartphone-nya.
"Iya Om, tadi sore," tambah Rudi.
"Ooh..." Pak Satria mengangguk.
"Rudi nginep disini sama istrinya, Om," ucap Owel.
"Hah?! Kamu udah kawin, Rud?! Kapan?! Kok, nggak ngasih kabar?!" Pak Satria melontarkan pertanyaan bertubi-tubi karena kaget dengan ucapan Owel yang memberitahu bahwa Rudi sudah memiliki istri.
"Iya, Om," jawab Rudi tersenyum cengengsan, "Minggu kemarin, Om," tambah Rudi, "Tapi, acara resepsinya belum sih, Om," sambung Rudi.
"Beda sama Bambang, umur udah kepala tiga tapi sampai sekarang belum juga dapat istri, boro-boro istri, teman cewe aja dia nggak punya," ucap Pak Satria.
"Hee.." Rudi tersenyum cengengesan mendengar ucapan Pak Satria.
"Terus acara resepsinya kapan?" tanya Pak Satria kemudian.
"Minggu ini, Om," jawab Rudi seketika.
"Oh gitu ya, mudahan langgeng terus ya..." ucap Pak Satria mendo'akan.
"Iya, Om... Aamiin," sahut Rudi mengaminkan, "Oh iya, Om. Aku nginep di sini sampai acara resepsi ya, Om..." sambung Rudi meminta izin kepada Pak Satria untuk menginap sampai hari minggu.
"Iya, nggak apa-apa... Anggap aja rumah sendiri, lagian om juga agak sepi disini soalnya cuman tinggal berdua doang sama Bambang," sahut Pak Satria sambil menoleh ke arah sofa tepat menatap Bambang yang sepertinya sedang tertidur di sana.
"Iya, Om.." Rudi mengangguk.
"Ya udah, Om mau lanjut tidur ke kamar, ya... Terus jangan lupa tuh istri kamu dikasih losion anti nyamuk, soalnya disini nyamuknya rame," ucap Pak Satria sambil beranjak berdiri kemudian berjalan menuju ke kamarnya untuk melanjutkan tidurnya.
"Eh, Rud... Ayo main serius...!" seru Owel yang sejak tadi masih serius menatap dan mengutak-atik layar smartphone-nya bermain game online.
"Iya, Wel... Kelupaan gua," sahut Rudi kemudian kembali mengutak-atik layar smartphone-nya untuk kembali bermain game online bersama Owel.
Rudi dan Owel pun kembali mabar dengan asiknya. Namun, Bambang yang sejak tadi pura-pura tidur, ternyata menguping pembicaraan antara Rudi dan ayahnya.
"Enak aja aku nggak punya teman cewe! Ayah aja yang nggak tau kalau aku lagi dekat sama Lala... Whuuu!" gumam Bambang sambil tetap memejamkan kedua matanya, tapi belum juga tertidur karena terganggu oleh Rudi dan Owel yang berisik, "Ngomong-ngomong, kapan aku bisa tidur kalau berisik gini!" gumam Bambang lagi sambil mengintip dengan membuka sedikit matanya dan menatap ke arah Rudi dan Owel yang dilihatnya sedang asik bermain game online. "Tidur di loteng aja deh!" gumam Bambang lagi dengan kesal kemudian tiba-tiba beranjak bangun dan duduk di sofa. Bambang menatap geram ke arah Rudi dan Owel yang sangat berisik, "Udah kayak anak TK aja, umur segitu masih mainan!" gerutu Bambang seketika beranjak berdiri kemudian berjalan menuju tangga dan menaikinya sampai tiba di loteng.
Bambang pun langsung menghempaskan tubuhnya di atas tempat tidur di lotengnya, kemudian memejamkan kembali kedua matanya untuk berusaha tertidur. Namun, karena suara berisik Rudi dan Owel tetap terdengar di telinganya, Bambang pun tetap gagal untuk kembali tertidur, "Huuuhh!!! Berisik banget sih!" gerutu Bambang. Kemudian Bambang menutuk kepalanya dengan bantal agar tidak mendengar suara berisik dari Rudi dan Owel, tapi suara berisik itu masih saja terdengar walaupun hanya sama-samar terdengar di telinga Bambang. Tak lama kemudian Bambang pun tertidur dengan keadaan bantal yang masih menutupi kepala termasuk wajah dan telinganya.