"Sayang, mending hari ini kamu gak perlu sekolah dulu. Lihat kondisi kamu sekarang? Kalo Papa kamu sama Kakak kamu tau pasti mereka marah. Gak usah sekolah dulu ya?" Aulia menggeleng dengan senyum di bibirnya, gadis itu tetap memasang sepatu di kakinya. "Lia gak papa, Ma. Lagian Lia lagi ujian jadi gak bisa izin." Amani menghela nafasnya. "Tapi Mama khawatir sama kamu. Kaki kamu aja masih sakit, tangan dan kepala kamu juga." "Nggak papa, Ma. Lia beneran gak papa, kok. Serius deh!" ujar gadis itu semeyakinkan mungkin. "Ya sudah, Mama anterin kamu ayo." "Nggak usah, Ma. Tadi aku udah minta bareng sama Fikri kok, paling sebentar lagi dia bakalan jemput." "Kenapa gak minta jemput sama Arjuna aja? Biar Mama tenang jadinya." ujar Amani. Aulia diam. Arjuna belum menghubunginya sejak kejadi

