Rasanya masih tetap sama. Ketika suara musik dan manusia bercampur, ekspresi ceria dengan tawa renyah menyelimuti ballroom tempat reuni di adakan. Mata-mata menyipit, gelas-gelas terdengar berdenting menandakan suka cita karena setelah sekian lama tidak berjumpa kini akhirnya bisa bertatap muka. Rasanya masih tetap sama. Ketika netra Daniel menyapukan pandangan, dia bisa melihat semua orang menunjukan raut bahagia mereka. Ada yang berbicara berdua, atau bergerombol. Ada yang datang hanya untuk mencicipi makanan, ada pula yang hanya setor muka. Setelah gelombang manusia yang mengerubungi dirinya, bertanya dari A sampai Z, akhirnya Daniel bisa lepas dari mereka. Rasanya masih tetap sama, dia selalu menjadi primadona di tempat ini. "Aahhh, capek juga interaksi sama mereka semua." Danie

