Pantai Indah Bersamamu

1222 Words

Dinda menghela nafas panjang saat ponselnya berbunyi secara mendadak, memecah keheningan ruangan. Sementara ia berusaha merespons panggilan tersebut, matanya tidak bisa menghindari melirik Arkhan. Dia tampak kesal. Pakaian yang baru saja mereka lepas dengan penuh gairah, kini tergeletak berantakan di sekitar mereka. "Ah, telepon. Siapa yang sih yang telpon?" gumam Dinda sambil berusaha membenahi kekacauan pakaiannya. Wajah Arkhan yang memancarkan ketidakpuasan, merebahkan tubuhnya ke tempat tidur dengan mata terpejam. "Sudahlah, abaikan saja. Mereka pasti bisa menunggu beberapa menit lagi," ujarnya dengan suara yang terdengar agak tertekan. Arkhan mendengus kesal, Namun, Dinda masih gelagapan. "Tapi, ini mungkin penting. Aku harus melihat siapa yang menelepon." Ia menyambar ponselnya

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD