PROLOG

223 Words
Itzel dan Juan sudah berteman sejak kecil dan selalu pergi bersama. Bukan pergi bersama atas keinginan mereka, melaikan Itzel yang selalu mengikuti kemanapun Juan pergi seperti anak ayam mengikuti induknya. Walaupun Juan kesal dengan Itzel yang selalu mengikuti dan ingin mengetahui segala urusannya, Itzel tidak peduli dan tetap mengikuti Juan. Itzel sangat mudah untuk mengetahui kegiatan Juan, selain karena mereka satu sekolah, rumah mereka juga bersebelahan. Jovanka dan Vania sudah bersahabat sejak SMP dan berencana jika anak mereka berjenis kelamin perempuan dan laki-laki mereka akan menjodohkannya. Kebetulan anak Jovanka berjenis kelamin laki-laki dan anak Vania berjenis kelamin perempuan, maka merekapun menjodohkan mereka dan berharap akan menikahkan anak-anak mereka kelak. Juan tidak menganggap serius perkataan Jovanka karena dia tidak mencintai dan tidak ingin menikahi Itzel. Berbeda dengan Juan, Itzel sangat senang saat mengetahui rencana Vania dan sahabantnya itu, karena Itzel sangat mencintai Juan dan berharap suatu saat dapat menikah dengan Juan. Itzel tau Juan tidak mencintainya, tetapi Itzel tidak ingin menyerah dan akan terus berusaha agar Juan bisa mencintainya juga. Itzel percaya bahwa cinta dan ketulusan yang diberikannya kepada Juan kelak akan membuka hati Juan dan membuat Juan membalas cintanya. Walaupun dengan sikap Juan sekarang itu mungkin akan lama, Itzel akan terus berusaha dan sabar menunggu Juan membalas cintanya. Tapi kembali lagi, ini hanya harapan Itzel saja. Belum tentu juga Juan akan membalas cintanya.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD