Hari ini, aku pulang kuliah yang lebih cepat dari biasanya, dikarenakan untuk dosen mata kuliah di jam dengan terakhir berhalangan masuk. Aku pun hadir bergegas pulang, sekitar pukul 15.00 tiba di rumah. Namun, aku untuk melihat ibu seperti orang dengan kebingungan mencari sesuatu. Ternyata ia dengan kehilangan uang kembalian belanjaannya.
Aku pun untuk membantunya tetapi hasilnya pun nihil. Ibu pun dengan pasrah dan aku ke luar rumah dengan kembali karena lupa ada yang harus bisa dibeli. Di jalan dengan dekat warnet, aku bertemu bersama adeku.
“De, sobat main di sini emang ibu kasih uang ke kamu? Kan kamu juga lagi dihukum ga dikasih uang jajan tah hari ini?” tanyaku dengan muka yang yakin kalo dia pasti akan mengambil uang ibu. “oh, kaka tau kamu yang ambil uang ibu yang di atas meja, ya!?” sambungku.
“I..ii..iya kak, aku kini ambil uang ibu, tapi Cuma aku gunakan 5 ribu doang kok, kak.” Jawab dia dengan ketakutan.
“Ayo naik ke atas motor, nanti juga jelasin sama ibu..” ucapku sembari membawanya untuk pulang.
Sesampainya di rumah, dia yang langsung jujur dan akan menceritakan semuanya kepada ibu. Aku dan juga ibu langsung menasehatinya dengan sebaik mungkin.
“De, ibu lebih yang menghargai kamu meminta kepada ibu, sekalipun kamu sedang dihukum. Dari pada kamu mencuri seperti ini kan ini tidak baik” kata ibu sambil mengelus rambut adikku.
Dia hanya tertunduk malu dengan rasa malu dan rasa bersalahnya yang terpampang jelas dari wajahnya sekarang. Setalah dinasehati, adikku kini mengakui kesalahannya, untuk meminta maaf kepada ibu dan juga aku, serta benar-benar berjanji untuk tidak akan mengulanginya lagi di kemudian hari.