ku kubur dalam-dalam harapan dan impianku

1418 Words
"Dek mau gak kamu kerja di konpeksi"tanya kak dinda lagi "Mau kak yang penting halal dan aku gak jenuh kalau ada kesibukan"jawabku "Ya sudah besok kamu bisa lansung kerja di konpeksi bude ku" kata kak dinda "Alhamdulillah....terima kasih ya kak ".aku bahagia mendapat tawaran kerja dari kakak iparku. setelah puas keliling kota dan haripun sudah mulai senja kamipun kembali ke asrama. "Dek besok pagi kakak jemput ya kakak antar kamu ke konpeksi bude,sekarang kakak pulang dulu,kamu istirahat biar besok kerjanya lebih semangat " kata kak dinda mengingatkan ku."baik kak" kak dindapun berlalu.aku sudah tak sabar menanti hari esok akhirnya aku bisa kerja aku tak mau membebani kak zen dan istrinya. Keesokan harinya pagi-pagi sekali aku bangun dan lansung bersiap-siap jam sudah menunjukan jam 7:30 aku mengunci pintu asrama ku duduk sendiri di teras menunggu kak dinda datang menjemputku. "Hai dek penghuni baru ya" kata seseorang menyapaku dari kamar sebelah "i iya kak" sambutku "kenalin aku yanti " dia memperkenalkan diri "aku susan" jawab ku dan menyambut uluran tangannya. "Dek susan dari mana" tanyanya lagi "dari sumbawa kak,kakak sendiri darimana" aku bertanya balik padanya "aku dari kota sebelah dek". Tin tin suara klakson motor kak dinda kami lansung menoleh aku pamitan pada kak yanti " kak aku duluan ya " dia mengangguk sambil tersenyum padaku. aku dan kak dinda berangkat menuju konpeksi.sesampai di konpeksi kak dinda memperkenalkan ku pada bude maya pemilik konpeksi "bude ini susan adek iparku yang ku ceritakan kemaren itu" bude maya lansung menyalamiku" selamat datang susan semoga kamu betah disini" sambut bude maya padaku " insya Allah bude terima kasih banyak bude mau ngajak aku kerja disini"jawabku.bude orangnya sangat ramah beliau mengajakku melihat lihat konpeksinya dan memperkenalkan ku pada karyawannya. "Susan kamu bisa kerja mulai hari ini ya,silahkan bergabung dengan teman-teman mu"bude maya mempersilahkan ku. aku duduk di tempat yang tlah di siapkan untuk. aku memulai kerjaan ku dengan suka cita,dalam hati aku berdoa"bismillah....semoga kerjaan ini menuntunku ke jalan impianku amin ya Allah" tak terasa hari sudah mulai sore jarum jam sudah menunjukan jam 04:00 waktu pulang aku merapikan meja mesin jahit ku seseorang menyapaku "susan pulang bareng aku yok" aku menoleh dan terkejut "kak yanti kakak kerja di sini juga" tanyak ku dia mengangguk dan menjawab pertanyaanku"iya dek coba tadi kamu bilang mau kerja di sini kita bisa berangkat bareng" "Maaf kak tadi gak sempat kasi tau kakak" jawabku "Ayo kita pulang sekarang"kata kak yanti. "Sebentar kak aku kabari kakak ipar ku dulu biar dia gak usah jemput aku" kata ku sambil mengeluarkan ponsel dari tas ku. "baiklak aku tunggu di parkiran" sahutnya dan berlalu dari hadapanku. Telponku tersambung "halo assalamualaekum kak dinda " "waalaekumsalam ya dek gimana,udah mau pulang ya, tunggu ya kakak segera kesana" kata kak dinda "Iya kak ini sudah mau pulang tapi kakak gak usah jemput aku pulang sama teman tetangga di asrama kebetulan kami kerja disini ". "Oh gitu ya sudah kamu hati-hati ya dek" "Ya kak "jawabku lansung menutup telpon.aku berjalan menuju parkiran sudah ada kak yanti menunggu dia duduk di atas motor metiknya. "Ayo kak kita pulang" kak yanti tersenyum "let's go" teriak kak yanti lansung melajukan motornya aku terseyum melihat tingkah kocak kak yanti " hehehe kakak lucu deh"ucapku kak yantipun ikut tertawa. "Hehehe hidup ini harus di bawa happy dek "katanya sambil terus tertawa renyah, kami saling melontarkan canda dan tertawa selama di perjalanan pulang "hayo sudah sampai dek ,kamu mandi,istirahat nanti kita makan malam bareng ya,kakak juga mau mandi udah acem ni"celoteh kak yanti sambil mengendus ketiaknya dan tertawa renyah. "Siap kak.....makasi tumpangannya " jawabku kamipun masuk ke kamar masing-masing. Aku lansung ke kamar mandi badan terasa segar lagi setelah seharian bergelut dengan jarum dan benang"ahhh segar " aku hendak merebahkan tubuhku tiba-tiba tok tok tok pintu kamarku di ketuk dari luar aku bangkit dan mengintip dari jendela ternyata kak zen dan kak dinda ,aku lansung membukakan pintu "eh kakak...masuk kak" "Gak dek di sini saja "kata kak zen seraya duduk di kursi yang ada di teras depan kamarku "gimana kerjaannya kamu suka" tanya kak zen "iya kak aku suka" jawabku dan akupun bercerita tentang kak yanti sahabat yang baru aku kenal hari ini. "Syukurlah dek kalau kamu senang cuma tetap selalu waspada jaga dirimu dan jangan pernah tinggalkan solat mu" pinta kak zen padaku. aku terus menunduk dan menganggukan kepala "terima kasih kak akan selalu ku ingat nasehat kakak. "kalau begitu kami pulang dulu,ini untuk mu"kata kak dinda sambil menyodorkan kantong plastik padaku "makasih kak hati-hati jalan" kata ku sembari mengambil kantong plastik yang di berikan kak dinda.kak zen dan istrinya pun berlalu. aku kembali masuk ke kamar ku dan membuka kantong plastik"wow bika ambon enak nih" aku lansung bangki dari duduk ku aku keluar menuju kamar kak yanti. tok tok tok "kak kak yanti ini susan kak" namun tak ada sahutan dari dalam kamar kak yanti,kucoba mengetuk pintu lagi tok tok tok "kak yanti" namun tak ada sahutan juga aku berniat kembali ke kamarku dan tiba-tiba "susan"kak yanti memanggil "ehh kakak bikin kaget aja,kakak dari mana" tanyaku "ada apa dek kamu nyariin aku ya,aku dari warung beli ini ni"jawabnya sambil menunjukan plastik berisi mie instant "maklum anak kos hehehe"lanjutnya "ayo kak sini ke kamar ku " kata ku sambil menarik tangan kak yanti "ada apa si dek" tanyanya heran " ayo kak duduk kita makan bareng,tadi kak zen dan kak dinda kesini bawain aku makanan"kata ku sambil mengelurkan makanan dari kantong plastik tanpa menoleh ke arah kak yanti yang terus memandangi ku. "ayo kak di makan nanti keburu dingin" kata ku lagi. aku mengangkat wajah ku memandang kak yanti yang mematung memandangku tetes air mata pun jatuh membasahi pipinya. "kak ada apa kak kenapa kakak menangis"tanya ku heran melihat kak yanti yang tadi selalu ceria tiba-tiba murung namun tak ada jawaban dari kak yanti,karna penasaran akupun bertanya lagi "kakak kenapa cerita pada ku kak kenapa kakak nangis" aku memeluk kak yanti tangisnya lepas saat itu juga dan balas memeluk ku dengan sangat erat .aku tertegun penuh heran segudang pertanyaan bersarang di otak ku. Ada apa,kenapa dan apa sebenarnya yang terjadi pada kak yanti. aku menepuk punggungnya "tenang kak coba ceritakan padaku apa yang sebenarnya terjadi pada kakak"kata ku mencoba menenangkannya. perlahan dia melepaskan pelukannya dia mulai bercerita sambil sesekali menyeka air matanya " kau mengingatkan ku pada adikku lidiya,dia mirip sekali dengan mu" ceritanya sambil mengeluarkan dompet dari dalam tasnya dia menujukan poto lidiya padaku , aku terperangah memandang poto yang di pegang kak yanti "astaga bak pinang di belah dua antara percaya dan tidak poto lidiya benar-benar mirip dengan ku , pantas saja kak yanti seharu itu " ujar ku dalam hati. "emang lidiya dimana sekarang kak" aku kembali bertanya pada kak yanti. setelah terdiam cukup lama akhirnya diapun menjawab" dia di culik satu tahun lalu dan sampai saat ini kakak belum mengetahui keberadaannya makanya setiap hari sepulang kerja kakak selalu menyusuri jalanan di kota ini berharap bertemu lidiya dan waktu pertama kakak ketemu kamu kakak sempat kaget tapi setelah tau kamu berasal dari pulau seberang kakak baru yakin kalau kamu benar-benar bukan lidiya". "sabar ya kak ku doakan semoga lidiya cepat di temukan" amin ya Robb sambungnya mengamini doaku. "ahhh sudahlah em ayo san kita makan kasian makanannya dari tadi nungguin kita hehehe"celoteh kak yanti dengan tawa yang terdengar begitu berat, aku memandangi wajahnya yang sayu dan matanya yang sembab aku menjawab celotehnya" ayo kak". setelah makan dan beres-beres kami pun saling berbagi cerita mendengar kisah kak yanti aku terenyuh "ya Allah kasihan sekali kak yanti "puas berbagi cerita kami pun ngantuk dan tertidur. Hari terus berganti tak terasa sudah sebulan aku berada di kota ini aku duduk duduk termenung di tepi tempat tidur "apa langkahku selanjutnya,bagaimana dengan impian ku "pikiran ku treveling kemana-mana tiba-tiba saja lamunan terhentak saat ponselku berdering kak zen menelponku " halo assalamualaekum dek" suara kak zen menyapa ku "waalaekumsalam kak" jawabku "dek maaf kan kakak tadi ibu telpon beliau meminta mu balik" bagai di sambar petir di siang bolong aku mendengar suara kak zen yang sedikit tertahan,aku terdiam pikiranku kacau di satu sisi aku bahagia bisa berkumpul dengan orang tuaku tapi di sisi lain bagaimana dengan impianku untuk mengeyam pendidikan di bangku kuliah,ku garuk garuk kepala yang tak gatal " ya Allah apakah ini artinya aku harus mengubur dalam-dalam impianku" aku benar-benar kacau. " dek halo dek " terdengar suara kak zen menyadarkan ku dari lamunan "i iya kak " aku mejawab dengan suara lirih "bagaimana dek " tanya kak zen "baik kak aku akan pulang " jawabku tanpa bertanya penyebab ibu meminta ku pulang.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD