Batara kini menatap ke arah dua orang yang masih mengobrol itu. Ada sedikit kekesalan yang tumbuh di dalam hatinya. Ia tidak marah kepada Aletta karena disini ia yang lalai, hanya saja ia sedikit kesal karena dirinya sudah mencari-cari Aletta bahkan sudah hampir gila dibuatnya tapi ternyata Aletta, Nonanya itu malah pulang dengan lelaki yang bahkan ia yakin bahwa Aletta belum mengenalnya dengan baik. Ia hanya tidak ingin Aletta kenapa-napa. Itu saja. "Lo juga harus berterimakasih sama Dewa, karena yang ngirim gua itu dia." Ujar Aaroon dan Aletta terlihat mengangguk, Batara masih melihat interaksi antara keduanya meskipun dirinya sama sekali tidak bisa mendengar pembicaraan antara mereka berdua, tapi dirinya sekarang ini sudah memutuskan pergi ke dalam saja karena kepalanya sudah sangat pu

