Sudut Pandang Perspektif Nova Aku naik ke atasnya, menekan tubuhku ke tubuhnya. Begitu dia merasakan tubuhku menempel padanya, dia mengeluarkan erangan seksual yang keras. Aku menempelkan bibirku padanya, menggeser tanganku perlahan ke bawah tubuhnya. Aku mengusap setiap ototnya dengan ujung jariku sampai aku mencapai tujuan yang sebenarnya aku tuju. Aku mengusapnya melalui celana boxernya, batang kegembiraannya masih terasa jelas. Aku menggeram karena perasaan itu. Sial, betapa aku merindukan ini. Aku perlahan menyelipkan tanganku ke dalam boxernya, membelainya yang mengeras sebelum membungkus tanganku di sekitarnya. Aku perlahan-lahan memainkannya ke atas dan ke bawah, dan ibu jariku menyentuh celahnya. "Sialan! Sayang, aku sangat merindukan tanganmu padaku seperti ini." Dia mengerang

