Sudut Pandang Brandon “Tergantung pada pendapatmu tentang menjadi seorang ayah,” ujarnya. Kata-kata itu. Kata-kata itu membuat hatiku berdebar-debar dan kegembiraan membumbung ke seluruh tubuhku karena itu adalah kata-kata yang aku tidak yakin akan pernah kudengar. "Tunggu, apa kamu bilang? Aku perlu memastikan bahwa aku mendengarnya dengan benar, kan?” tanyaku, memastikan kembali apakah aku salah dengar. Nova terkikik, menatap mataku. “Tidak, kamu mendengarnya dengan baik. Aku hamil," ujarnya. Aku bisa mendengar dalam suaranya bahwa dia bersemangat sekaligus gugup. "Kamu hamil? Ya Tuhan, apa kamu serius?” kataku bersemangat "Sangat serius. Kamu tidak marah?” tanyanya terkejut. Mengapa dia mengira aku akan marah? Dia tahu semua yang kuinginkan dalam hidup adalah seorang istri dan

