2.Hukuman

3462 Words
Di mulailah kesibukanku harianku.Apalagi kalo bukan mengantar sekolah dua putri kembarku. "Yah...ga nungguin kita di sekolah gara gara ayah mau kerjakan?"cecar Maura sang kakak yang hari ini giliran duduk di depan bersamaku. "Iya...memangnya kalian pikir ayah mau apa?"tanyaku sambil menjalankan mobilku. "Bisa aja ayah bohong,bilang kerja tapi gannguin bunda di rumah"sanggah Kimora yang biasa di panggil Kimmy. Sebenarnya susah membadakan mana kakak dan adik.Mereka lahir caesar.Jadi aku memakai acuan berat badan mereka,karena Maura lebih berat dari Kimora,aku tentukan Maura itu kakak dan Kimmy adalah adik.Sebenarnya keputusanku tepat,karena Maura protectiv sekali pada Kimmy.Maura lebih memiliki sifat berani walaupun ceroboh,tidak sabaran yang orang bilang mirip sifatku.Lalu Kimmy yang cenderung lembut seperti istriku.Kalo Maura berani,Kimmy itu tipe yang lembut,tapi tidak bisa di bilang penakut juga.Kimmy juga pemikir persis istriku dan perasa juga.Pokoknya semua bilang kalo Maura persis aku dan Kimmy persis istriku. Aku jadi tertawa mendengar celoteh mereka. "Ayah beneran mau kerja nak,bunda juga abis sakit,bunda mesti banyak istirahat"sanggahku. "Okey....awas ayah bohong,aku lapor om Rengga"ancam Maura yang memang mengidolakan Rengga karena pengaruh Kiera yang selalu membanggakan papanya. "Iya yah...aku juga bakal bilang om Omen"ancam Kimmy yang mengidolakan Omen karena merasa sering di bela dan di manjakan Omen kalo dia di ganngu atau di goda yang lain. Omen sayang semua bocah bocah perempuan anak anak kami,tapi pada Kimmy memang kadang agak berlebih,mungkin karena Kimmy manja sekali atau malah ingat istriku yang dulun juga manja padanya. "Kok ayah jadi takut ya"godaku. Kedua putriku tertawa. "Iyalah ayah bisa di todong pistol sama om Rengga" "Trus di tinju sama om Omen"potong Kimmy lalu mereka berdua cekikikan. Aku jadi tertawa. Tak butuh waktu lama untuk sampai sekolah anak anakku.Kami tiba berbarengan dengan Obi yang mengantar Bella putrinya dan Rengga yang menggendong Kiera. "OM OBI.OM RENGGA"suara cempreng anakku setelah keluar mobil. Obi kewalahan menangkap kedua putriku sedangkan Bella putrinya sedang sibuk merayu Kiera yang terlihat menangis. "Tayang tayang om Obi"kata Obi berjongkong dan mencium pipi si kembar yang selesai mencium tangannya. Aku mendekat. "Kenapa Reng?"tanyaku. "Biasa....apalagi kalo bukan berantem sama mamanya"jelas Rengga. "Sini sama om Nino!"ajakku mengambil alih Kiera dari gendongan Rengga. Si kembar sudah ribut berceloteh dengan Bella anak Obi. "Mama aku curang om No,masa aku ga boleh ikutan taekwondo,aku mau ngadu sama om Omen biar aku ikutan sama bang Timmy"keluh Kiera sambil memeluk leherku. Rengga dan Obi tertawa. "Om Obi jangan ketawa kaya papaku"protes Kiera. Obi langsung diam berdua Rengga. "Mama takut kamu cape,jadi larang kamu ikutan taekwondo,kan udah balet sama kembar sama Bella.Tapi...kalo minta belajar sedikit sama om Omen boleh juga,nanti om bilang om Omen"kataku Kiera bersorak. "Sayang om Nino....Pah!,tuh dengar om Nino bilang,kalo mama larang aku suruh mama hadapin bosnya!.Aku mau turun om"rengek dan perintahnya. Aku menurut menurutkannya. "Cari perkara aja ma Sinta sih lo!!"keluh Rengga. Aku tertawa. "Kampret ga ada ngerinya sama perawan jendral brothers"jawab Obi. Aku tertawa lagi. "Yah aku juga mau belajar kaya Kiera sama om Omen"rengek Maura menjeda. "Dih...aku sih ga mau,aku kan princess jadi mesti nari nari cantik aja,ya kan Kim"jawab Bella centil. Kami tergelak kecuali Obi yang menggeleng melihat anaknya yang centilnya mengalahkan Karin istrinya. "Kamu belum salim sama om Nino tayang apih"tegur Obi. Bella cengar cengir. "Om ganteng murni....cium aja ya...aku lindu..."pintanya manja. Aku terbahak lalu menggendongnya dan menciumi wajah Bella sampai dia menjerit. "Kamu gemesin banget"keluhku. Bella tertawa. "Bunda Noni kalah gemesin ga sama aku?"goda Bella. Aku terbahak sekarang.Obi dan Rengga meringis. "Bunda kembar mah juara satu,kamu juara dua"jawabku sambil menurunkan Bella sambil menepuk bokongnya pelan. Bella tergelak dan kedua putriku manyun. "Ayah emang kita ga bikingemes ya?"tanya Kimmy manyun. "Rasakan!!"ledek Rengga. Aku mengusap tengkukku. "Om Obi jangan ketawa"protes Maura kesal. Obi lagi lagi diam. "Ayah jawab ih"keluh Kimmy masih cemberut. Aku jongkok di hadapan dua putriku yang manyun. "Kalian berdua juara satunya juga kaya bunda"sanggahku. "Mana ada juara satu sampe tiga orang,ayah dusta"protes Kimmy persis Noni istriku. Rengga dan Obi menyembunyikan tawanya.Jangan panggil aku Nino kalo aku kalah debat.aku sudah terbiasa debat dengan istriku. "Ada dong...kalo lomba lari estafet kan bisa lebih dari 1 yang jadi juara"sanggahku. "Emang lari estafet ada yang bertiga de?"tanya Maura pada Kimmy yang diam. "Ada sih...kan pas kita olahraga lari itu kak,yang bawa tongkat terus di kasih gitu"jawab Kimmy. "Tapi kita lari itu kan ber empat"sanggah Maura. Obi dan Rengga sudah menutup mulut mereka menahan tawa dengan kepalan tangan menanggapi obrolanku dan kedua putri pintarku. "Pokoknya kan juaranya lebih dari satu"jawabku. Si kembar lalu mengangguk. "Awas ayah bohong!!"ancam Maura. "Iya awas aja kalo kita bukan nomor satu"kata Kimmy ikutan. Aku mengangguk. "Udah sana masuk kelas...udah mau bel"usir Rengga yang tidak tahan. "Kenzo belum datang pah"tolak Kiera. "Om Kendi kayanya telat antar Kenzo"jawab Rengga. "Udah come on Girls masuk"usir Obi. Mereka berempat akhirnya menurut dan bergantian mencium kami orang tua lalu beiringian masuk gerbang sekolah TK mereka. "Kendi pasti kebablasan molor dah jadi telat"komen Obi. "Dia emang tiap malam di studio Bi?"tanyaku. "Ga sih,cuma ada artis baru yang lagi rekaman"Rengga menjawab. "Tuh Kendi"kataku melihat Kendi yang tergesa gesa menggandeng tangan Kenzo ke arah kami. "Aku lansung masuk aja pah"pamit Kenzo setelah emncium tangan Kendi. "Salim dulu sama om !"perintah Kendi. "Tos aja om,aku laki kaya bang Timmy sama Bang Noah"tolak Kenzo lalu tos bergantian padaku,Obi dan Rengga. Kami tergelak lalu melepas Kenzo ke gerbang sekolah. "Mesti sekolah yang masuknya siang ini sih"komen Obi. Kendi meringis sambil ikutan tos seperti anaknya pada kami bertiga. "SD nya masukin sekolah internasional aja dah,biar masuk siang,ajak yang lain juga"saranku. "Pasti mahal banget deh"keluh Obi. Aku menoyor kepalanya. "Elo cari duit kalo bukan anak bini buat siapa lagi gesrek!!"bentakku. Rengga dan Kendi terbahak dan Obi meringis. "Elah No,elo enak bos"sanggahnya. Aku terbelak. "Emang elo kurang jadi bos!!"bentakku. Obi cengar cengir. "Udah obrolin nanti lagi.Kita mau ketemu di GW kan buat meeting?"tanya Rengga. "Gue ke rumah sakit dulu dah Reng.Noni mesti check up,bis jemput anak anak aja,meetingnya,kita kita ini"pintaku. Semua mengangguk karena tau kalo aku mesti membawa istriku check up. "Bagus dah gue bisa molor dulu,ayo cabut dah"ajak Kendi. Bubarlah kami ke rumah masing masing.Anak Omen dan Roland sudah SD jadi tidak satu sekolah,tapi kalo anak anak yang TK masuk SD,semua mesti nurut menyekolahkan anak anak kami di tempat yang sama.Bukan apa,aku mau kami tetap ketemu walupun punya kesibukan,dan moment yang mungkin kalo anak anak kami satu sekolah. Begitu aku tiba di rumah istriku sedang sarapan di temani mamanya. "Hai yang...."sapanya riang menyambutku. Aku tersenyum,rasanya tidak percaya melihat istriku bisa tersenyum lagi dan dia sehat. "Halo juga sayangnya aku....love you Non"jawabku sambil mencium pucuk kepalanya. Istriku tergelak dan mama mertuaku juga. "Hai mama cantik...kirain belum datang"sapaku mencium pipi mama mertuaku juga. "Wow...pagi gini,mama udah dapat dua ciuman dari dua lelaki tampan"jawabnya meledekku. Aku tertawa lalu ikutan duduk di puncak meja makan,tempatku biasa duduk.Aku jadi di apit ibu dan anak ini. "Papa mana mah?"tanyaku sambil menyuap nasi goreng yang sudah di siapkan bibi. "Papa Nonimesti ke Bandung,jadi antar mama dulu ke sini.Semenjak Noni sakit kan papanya bertahan di Jakarta,sekrang Noni sudah tidak membuat dia khawatir jadi dia tenang pergi ke Bandung melihat perkebunan teh,dia titip salam untuk mu"jawab mama mertuaku. Aku tersenyum. "Sayang nanti anak anak siapa yang urus?"tanya istriku. "Aku bisa titip Obi.kalo mama di sini malah enak,aku sama yang lain bisa tenang meeting sementara semua anak anak di sini"kataku. "Mia,sama Miranda memang mau ke sini sementara cowo cowo meeting untuk bantu mama jaga anak anak,aku ikut meeeting juga kan?,Elis yang ga ikutan ke sini karena Keanu panas habis imunisasi"jelas istriku. "Aku izinin kamu ikut meeting,tapi jangan pecicilan"kataku. Istriku tertawa. "Deal!!,aku bosan di rumah terus"keluhnya. Aku tertawa.Ya istriku memang terlalu lama berada di rumah sakit,dari semenjak dia koma sampai dia sadar,hampir 2 minggu di rumah sakit karena harus menjalani fisio theraphy.Koma membaut otot kakinya seperti tertidur jadi dia tidak bisa berdiri.Aku sudah takut dia mengalami kelumpuhan,untung dokter yang menangani istriku menjelaskan pada Karin dan Karin menjelaskan padaku karena aku tidak mengerti bahasa medis.Pulang dari rumah sakit,istriku sempat juga memakai kursi roda di rumah,untung istriku yang melakukan apa pun serius,jadi dia ikut theraphy juga serius,jadi cepat sembuh. Hanya seminggu dia pakai kursi roda dan sekarang sudah bisa lari.Aku benar benar bersyukur. "Aku mandi dulu!!"pamitku bangkit. "Aku juga mau!"cetus istriku ikutan bangkit. Kami jadi berangkulan menuju kamar meninggalkan mama mertuaku di meja makan. Istriku mandi lebih dulu karena dia pasti dandan. "Kamu ga h***y yang?"godanya sambil mengusap tubuh basahnya dengan handuk. Aku meringis. "Mana bisa sih Non....aku cuma nahan diri"jawabku jujur. Istriku tergelak sambil memakai bathrobe. "Aku ga mau nonton kamu mandi ya,aku bukan kamu yang bisa nahan diri"pamitnya sambil berjinjit mencium pipiku. Aku tergelak,aku memang belum berani meniduri istriku lagi,kondisinya belum okey.Dia dalam kondisi sehat aja aku sudah bersyukur. Aku bergegas mandi karena ingat janji dengan dokter istriku. "Loh yakin pakai baju itu?"tanyaku melihat istriku pakai baju rapi dan tertutup. "Suamiku pencemburu"jawabnya sambil memakai bedak. Aku tertawa. "Kan aku udah izinin kamu pakai baju apa pun Non"sanggahku. Dia menghentikan kegiatannya lalu menatapku. "Ini kode kalo kamu udah ga sayang aku bukan sih?"tanyanya pelan. Aku tergelak sambil mendekat ke arahnya yang terduduk di depan meja rias.Aku berjongkok di hadapannya. "Aku kan udah bilang sama kamu,gara gara kamu sakit kemarin,aku sadar kalo aku keterlaluan sama kamu.Aku larang kamu pakai baju kesukaanmu,dan larang kamu keluar rumah,kalo beneran kemarin kamu......ya itu deh,rasanya aku kasihan karena kamu ga nikmatin hidup kamu karena kegilaanku"kataku sambil menatapnya. "Kamu yang begini malah buat aku ngerasa kamu ga sayang aku lagi"keluhnya. Aku tertawa. "Yang...aku mana bisa berhenti sayang kamu,yang benar aku bisa gila kalo kamu ga ada baru benar.aku cuma mau kamu happy,dan berhenti raguin lagi rasa cintaku sama kamu"pintaku. Istriku meraup wajahku. "Kamu tau?,aku ga butuh melihat luas nya dunia dan tingginya cakrawala,kalo buatku duniaku cuma lebar bahumu dan cakrawalaku setinggi tinggi badanmu.Cukup kamu yang jadi mataku untuk melihat warna lain dunia.Cukup buatku melihat nuansa warna indah dirimu"ungkapnya lalu mencium keningku. Aku menghela nafas. "Kenapa?"tanyanya bingung. "Gemes Non....mau telentangin kamu..."keluhku. Istriku tertawa. "Ayo!"ajaknya menarik tanganku. Aku menggeleng pelan. "Nanti aja...kalo dokter bilang kondisimu aman"tolakku. Istriku tersenyum lagi lagi meraup wajahku. "Manisnya.....cium mah boleh kali"godanya. Aku tergelak. "Okey....."belum aku selesai,dia sudah menciumku. Aku yang gelagapan menerima serangannya. "Wuih Nyai!,sedotannya badai!!"ledekku. Istriku ngakak. "Udah sana pakai baju!,senang banget siksa aku"keluh istriku. Aku terbahak sambil bangkit untuk pakai baju dan istriku lanjut dandan,udah keceh badai masih perlu aja dandan cantik. Setelah rapi dan pamit pada mama mertuaku,kami bertolak ke rumah sakit. "Semuanya dalam kondisi baik Mr.Sumarin.Nyonya dalam keadaan baik"jelas dokter saat selesai melakukan pemeriksaan. "Proses steril istri saya?"tanyaku. "Kenapa dengan proses steril nyonya,apa nyonya ada keluhan?"tanya dokter Sabrina yang akhirnya bersedia aku tarik menjadi dokter kandungan di Twins hospital. Istriku menggeleng. “Saya sudah berhenti nifas dok dan tidak ada keluhan apa pun”.jawab istriku "Kalo begitu tak ada masalah"jawab dokter Sabrina lagi. AKu menghela nafas lega. "Berarti kami bisa melakukan aktivitas seksual lagi?"tanya istriku . "Non..."tegurku. Dokter Sabrina tertawa. "Silahkan....kandungan anda cuma di ikat supaya anda tidak bisa hamil lagi karena Mr,Sumarin takut anda hamil lagi dan mengalami koma lagi.Sudah dua kali caesar,dan itu cukup bahaya juga kalo hamil lagi"jelas dokter Sabrina. Istriku tersenyum. "Makasih dokter"kata istriku. "Kenapa dari sekian hal yang kamu tanyain itu sih?"keluhku. Dokter Sabrina terbahak. "Karena dia mencintai Anda Mr Sumarin,dia khawatir anda berpaling"goda dokter Sabrina. Istriku merona dan aku terbahak. "Baru dua bulan saya di paksa puasa dokter,saya masih tahan"kataku. "Eh sudah mau tiga bulan,dua bulan tiga minggu tepatnya"koreksi istriku. Aku tertawa lagi. "Jahitan perutmu masih basah sayang"sanggahku. "Siapa bilang,aku baik baik aja,kamu jangan sok tau"protesnya. Kali ini aku dan dokter Sabrina terbahak. "Ada yang ga sabar tempur ini sih"ledek dokter Sabrina lagi. Istriku cengar cengir. "Ayo ah semua udah beres,kita pulang biar kamu istirahat"ajakku. "Kita mau meeting gabungan yang,kamu janji ajak aku'protes istriku saat aku bantu berdiri. "Kirain lupa"godaku. Istriku cemberut.Aku akhirnya menyerah mengajaknya ke kantor setelah pamit pada dokter Sabrina.Semua sudah berkumpul saat kami datang.Anak anak sudah di jemput pak Min supir kepercayaanku dan di bawa ke rumahku. "Maaf Ga,turut prihatin atas perceraian elo"ungkap istriku sambil memeluk Sagara CEO General World kontraktor yang juga adik tiri Rengga. "Udah lewat Non....santuy"jawab Sagara yang buru buru melepaskan pelukan istriku karena pelototan mataku. "Ayo Non duduk,elo belum boleh cape cape dulu"ajak Omen merangkul bahu istriku. Istriku menurut saat Omen membimbingnya ke bangku bersebelahan denganku. "Noni sehat kan No?"tanya Karin yang masih saja khawatir sepertiku. "Udah sehat Kar,ayo ah mulai"ajakku merangkul Karin ke arah Obi yang sudah duduk. Aku ikutan duduk di sebelah istriku yang sudah ngobrol dengan Sinta.Rengga masih sibuk dengan proyektor dengan Roland.Kami memang melakukan meeting gabungan seperti ini setiap bulan untuk evaluasi kinerja perusahaan.Rengga sebenarnya tidak termasuk,tapi karena Sinta ikutan,dia jadi menemani,ya kehadiran Rengga sih memang selalu di butuhkan untuk melerai perdebatan antara kami. Meeting di mulai dengan suasana santai dan gelak tawa,satu persatu mengjelaskan kinerja perusahaan,aku dan istriku hanya bagian menyimak dan memberikan masukan karena yang menjalankan kinerja perusahaan ya mereka mereka ini.Setelah meeting biasanya kami makan bersama di restoran dekat kantor,khusus hari ini,kami makan di ruangan Sagara.Sagara sudah biasa ruangannya di jadikan base camp.Aku memang merasa nyaman hanya di ruangan Sagara karena bekas ruangan kerjaku dulu. "Ayo ah balik yuk tayang"ajak Obi pada Karin. "Bella jemput dulu sama Irash di rumah amihmu"kata Karin tapi tak menolak saat Obi membantunya bangkit. "Bukan semua mesti ke rumah kampret ya?,kan anak anak di sana semua"kata Kendi. "Iya Kendi,ayo Non!!,"ajak Omen membantu istriku bangkit. istriku menurut di rangkul Omen.Aku tersenyum,melihat perhatian Omen pada istriku.Persis Karin yang juga masih khawatir pada istriku.Ga tau ya,aku tidak merasa cemburu.Mia juga santai kok Omen seperti ini. Akhirnya kami semua bubar dan menuju rumahku.Setelah sampai dan berpamitan lagi setelah anak anak sudah masuk mobil,semua membubarkan diri lagi lagi perintah Omen yang mau istriku istirahat. "Yah....aku mau kamarku sama dede di pisah,aku mau punya kamar sendiri"pinta Maura saat kami makan malam bersama. "Iya yah,aku mau punya pripacy"jawab Maura. istriku yang sedang minum sampai menyemburkan minumannya.Aku aja sudah berusaha menahan tawaku. "Kenapa bun?"tanya Maura. Istriku meringis. "Kalian ngomong pripacy,jadi bunda kaget,kalian ngerti pripacy?"mama mertuaku mengambil alih sambil menahan tawa juga. Mereka berdua serentak menggeleng. "Lalu tau dari mana?'tanyaku setelah berhasil mengusai diriku. "Incesslah,dia ledekin aku sama dede,katanya udah gede tapi ga berani tidur sendiri"keluh Maura. "Iya yah,aku sama kakak udah gede"Kimmy ikutan. "Nanti susah kalo ayah mau bacain buku cerita"tolak istriku. "Bunda.....aku sama dede udah bisa baca,ga perlu ayah bacain lagi"jawab Maura. "Kalian ga mau ayah temenin lagi?"tanyaku. Mereka berdua diam lalu menggeleng setelah saling tatap. "Bukan ayah...biar punya pripacy...kan udah bilang dari tadi"keluh Maura  "Masalahnya kalian sendiri ga ngerti pripacy itu apa"sanggahku. Kimmy yang kelihatan berpikir kalo Maura cuek melanjutkan makan. "Kalo aku dengar cerita Bella,pripacy itu kaya....ga mau di ganggu deh yah....aku kan mau yah punya rak buku sendiri di kamarku"jawab Kimmy. "Kalo aku mau pajang poster black pink.kan dede ga suka"kata Maura. "Tuh yah...berarti kan pripacy itu kaya ga mau di ganggu sama kesukaan kita masing masing'"lanjut Kimmy. Istriku bersorak. "Pinternya anak bunda"puji istriku. Kimmy bersorak dan Maura cemberut. "Aku ga pinter juga bun?"keluh Maura. Kami yang tua tergelak. "Kakak pinter kok,kan pinter jagain dede.Trus kakak pinter berani bilang sama ayah"kata Kimmy. "Emang kaya gitu pinter yah?"tanya Maura padaku. "Iya sayang....kalo kamu berani mengungkapkan keinginanmu beserta alasannya,berarti kamu pinter karena tau apa yang kamu mau"istriku mengambil alih. Gantian Maura bersorak. setelah makan dan kami semua pindah ke ruang tengah rumahku.Istriku jadi sibuk dengan kertas gambar dan pensil untuk mendengarkan permintaan si kembar soal kamar impian mereka.Aku duduk bersisihan dengan mama mertuaku yang santai bersandar di bahuku dan mengeluh cape karena urus anak anak siang tadi. "Bobo deh mah kalo cape"saranku  "Bentar lagi No...."tolaknya lalu bersandar lagi di bahuku. Aku merangkul bahu mama mertuaku lalu mencium rambutnya. "Nanti Noni cemburu kamu cium mama"ledeknya berbisik. Aku tergelak. "Mana sempat cemburu sama mama,aku bisa marah karena dia juga sayang sama papaku juga,sampai kadang aku kesel"keluhku. Mama mertuaku tersenyum. "Jadi baper gini"ledeknya lagi. Aku tertawa. Tak lama mama mertuaku beneran tertidur dalam rangkulanku. "Mama tidur yang"tegur istriku. Aku tertawa. "Mah ayo pindah!"seruku. Dia mengerjap. "Beneran ketiduran mama"katanya lalu bangkit terduduk. "Pindah kamar mah...ayo aku anter"ajakku bangkit. Mama mertuaku tergelak. "Mama bukan si kembar"tolaknya bangkit lalu mencium si kembar yang masih sibuk cerita. "Enin bobo dulu ya"pamitnya pada si kembar. Si kembar hanya mengangguk dan sibuk lagi dengan kertas dan gambar gambar. "Non mama bobo ya!!"pamitnya mencium istriku. "Iya mah...love you"kata istriku mencium mamanya juga. Dia masuk kamar setelah mencium pipiku. "Ayo anak anak udah jam 9,time to bobo"perintahku. Si kambar kompak mengeluh tapi menurut masuk kamar setelah mencium istriku. "Aku lihat mereka dulu ya Non"pamitku menyusul si kembar ke kamarnya. Trio suster sudah siap menyambut mereka yang mesti ganti baju tidur dan sikat gigi.Aku membacakan mereka buku sampai mereka terlelap lalu menyusul istriku ke kamar. "Kamu kenapa?"tanyaku melihat istriku cemberut. "Kamu baca buku harianku ya!,kamu ngerti pripacy ga sih?,anakmu aja ngerti"semburnya kesal sambil mengacungkan buku diary di tangannya Aku meringis,aku pasti lupa bailikin lagi di tempat aku temukan.Hadeh nyai ngamuk gini "Maaf yang....ga sengaja ketemu pas aku cari baju kamu"kataku sambil mendekat ke kasur. "Tapi bukan berarti kamu di izinin baca"katanya sambil menaruh buku itu di meja samping tempat tidur Aku tertawa lagi sambil mengambil tempat di sisinya di ranjang. "Malu ya buat ngaku kalo dari awal kita ketemu kamu udah jatuh cinta sama cowo b******k kaya aku?"godaku berusaha memeluknya. Dia makin cemberut. "Kamu bisa makin kepedean karena kamu baca curhatan aku"keluh istriku lagi. Aku tertawa lalu benaran memeluk tubuhnya. "Kamu tau?,semakin aku baca tiap katanya,semakin aku kesel sama diriku sendiri,karena terlambat menyadari kalo aku di cintai bidadari.Coba aku cepat sadar,aku jadi ga biarin kamu kesakitan karena mendam perasaan.Aku emang ga guna"ungkapku. Istriku menatapku. "Kamu mau ga curhat juga biar aku juga tau perasanmu sama aku?,sejujur apa yang aku tulis?"tanya istriku. Aku diam kali ini. "Yang!,ih awas deh kalo kamu ga mau gantian bongkar perasaanmu"ancamnya berontak melepaskan pelukanku. Aku menyerah dan melepaskan pelukanku. "Bukan ga mau Non,aku malah takut kamu malah jadi kesel dan jadi berantem gara gara masa lalu,aku b******k loh"alibiku. "Tapi kan sekrang ga lagi"jawab istriku. "Kamu kenapa bisa seyakin itu?"tanyaku. "Ada alasannya"jawabnya. "Apa?"tanyaku. Istriku menghela nafas pelan. "Kalo kamu mau nulis curhatan kamu juga,aku bakal kasih tau kenapa aku ga marah sama kamu,dengan memutuskan aku di steril dan mengikhlaskan aku mati saat aku koma kemarin"jawab istriku. Aku menegang "Kamu tau soal ini?"tanyaku kaget. "Tau lah!,anak anakmu cerita,karena mereka juga yang setuju untuk aku ga perlu hamil lagi karena takut aku koma sama sepertimu,tapi bagian kamu yang copot alat alat penunjang kehidupanku dan kamu mau aku mati,itu ada alasannya kenapa aku maafin kamu"jawabnya. "Non aku...."kataku bingung. "Eh ga usah jelasin apa pun,intinya aku ga marah sama kamu dan malah makin cinta sama kamu'katanya sambil menatapku dengan senyumnya. "Ya aku butuh alasan"kejarku. Istriku tertawa. "Tulis curhatanmu,aku baru kasih tau kamu"jawabnya. Ini sih percuma aku paksa juga, "Tapi aku ga mau curhat dari awal banget sampai mesti aku ceritain si Anza ya,bikin aku kesel karena dia mau duluin aku cium kamu"kataku. Istriku tertawa. "Lah kan ga jadi,malah kamu udah pacaran sama cewe cewe lain di belakang aku"sanggahnya. "Makanya aku ga mau cerita bagian aku yang b******k Non,aku ga mau kamu sakit ati lagi"kataku. "Trus kamu mau cerita dari mana?"tanyanya. "Ya pas kita kelas sebelas aja pas aku udah sadar aku sayang kamu dan kamu bikin aku frustasi karena kamu jaim"kataku. Istriku tertawa. 'Itu sih bakal cerita si lampir sama Synthianya,awas aja di sensor,aku bakal tau kalo kamu sensor.Ada cowo cowo yang bisa aku tanya"ancamnya. Aku mengcak rambutku. "Tau gini aku ga baca diary kamu"keluhku. "Makanya kamu mesti di hukum"jawab istriku santai. "Janji dulu kamu ga marah kalo aku curhat apa adanya ya"pintaku. "Janji juga kamu jujur nulisnya"pintanya. Aku mengangguk. "Janji?"tanya istriku sambil mengacungkan jari telunjuknya ke arahku. "Janji!!"kataku sambil mengaitkan jari ku dengannya. Istriku tersenyum. "Ayo ah bobo!!,aku mau naina kamu belum mau,jadi kita bobo aja biar kamu besok punya waktu buat nulis buku itu"jawab istriku sudah bersiap tidur. Aku menurut ikutan merebahkan tubuhku di sebelahnya lalu memeluknya. "Janji ya Non jangan merubah apa pun yang udah kita jalanin sekarang"pintaku. Istriku berbalik. "Ku tuliskan kenangan tentang caraku menemukan dirimu!,tentang apa yang buatku mudah berikan hatiku padamu,,,tak habis berjuta lagu...untuk menceritakan cantikmu....kan teramat panjang puisi tuh mencurahkan cinta ini...."malah nyannyi gini. "Kok malah nyanyi sih Non?"tanyaku heran. Dia tertawa lalu meraup wajahku. "Karena kamu udah tau gimana aku yang menemukan kamu untuk aku cintai dan kenapa aku mudah kasih hatiku sama kamu,aku juga mau tau gimana kamu nemuin aku dan gimana akhirnya kamu kasih aku hatimu,dengan cinta yang luar biasa gila yang kamu punya seakan kamu memang butuh berjuta lagu dan rangkaian puisi panjang untuk mencurahkan cinta kamu buat aku.Seperti virgoun .....kalo kamu surat cinta untuk Noni"kata istriku. Aku tersenyum lalu mencium keningnya. "Okey aku akan tulis....bukan untuk menyakitimu karena kejujuranku,tapi untuk memberitahumu kalo aku memang menyintaimu dengan luar biasa gila"jawabku  "Semangat!!"cetus istriku lalu menyusup memelukku. Yap akan aku tulis Non....semua....supaya kamu tau kalo cintaku padamu memang cinta yang gila.Crazy in love. Dan di mulailah aku menulis curahan hatiku di sela kesibukanku,kadang aku seperti tenggelam dalam curhatanku sendiri.Istriku memang selalu mampu mengalihkan duniaku bukan??
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD