Melepaskan dan Pergi

2317 Words

“Gak papa ’kan aku tinggal dulu, Na?” suara Vita terdengar pelan dari arah kasur, tubuhnya sudah rebah malas dengan bantal dipeluk erat. Lampu meja yang menyala kuning hangat menyoroti wajahnya yang setengah mengantuk. Kaluna tidak langsung menjawab. Ia masih sibuk menunduk di depan laptop, kacamata tipis bertengger di wajah, jari-jarinya mengetik cepat sambil sekali-sekali bergumam. “Hm… revenue kuartal kedua masih stuck di angka segini… supply chain delay lagi… ah, ini harus direvisi.” Vita mengangkat kepala sedikit, melihat sahabatnya itu. “Na?” Kaluna akhirnya mendecak, kursinya berputar perlahan hingga menghadap Vita. “Aku udah membaik, Vita. Serius. Jangan kayak orang merasa ninggalin pasien ICU gitu.” Ia tersenyum tipis, nada suaranya tegas tapi lembut. “Kalau kamu mau pulang nen

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD