Dua hari yang lalu Sepulangnya dari rumah sang Mama, kegundahan yang Alifa rasakan kian berganti dengan rasa tenang. Walaupun dirinya tidak mengatakan apapun, namun keraguannya sudah menguap entah kemana. Apalagi, waktu di rumah Mamanya, Alifa membulatkan hatinya untuk memblokir nomor telepon orang yang sudah membuat dirinya gelisah. Semoga saja akan seterusnya seperti ini, tidak ada acara ragu dan labil lagi, ya.. semoga, semoga saja. Alifa memperhatikan Yasna yang sedang sibuk bermain dengan beragam jenis mainan miliknya yang di jajakan di atas karpet bulu tebal, mulut Yasna berceloteh dengan lucu. Tangan kecilnya mengambil boneka barbie yang berukuran sedang, Yasna memperhatikan boneka itu dengan lekat, dan yang selanjutnya ia lakukan tangan mungilnya itu mengantarkan rambut barbie-n

