Mas Alex jadi lebih sering membawa wanita itu ke rumah, ia seakan sengaja memanasiku yang saat ini sudah sangat panas. Berulangkali aku mencoba mengusir wanita itu, tetapi wanita itu benar-benar tidak tahu diri dan malah terus menghinaku. Akhirnya aku menyerah, percuma saja aku protes kalau ujungnya Mas Alex sama sekali tidak mau mendengarku. Aku mencoba masa bodo meskipun hatiku sakit ketika melihat dengan mata kepalaku sendiri, Mas Alex dan wanita itu bermesraan di rumah ini. Mbok Siti berusaha menyabarkanku saat tahu apa yang aku alami, aku merasa bersyukur setidaknya di sini ada yang peduli padaku. Meskipun hal itu sebenarnya sama sekali tidak mempengaruhi perasaan hatiku yang hancur lebur. Hari ini aku akan pergi ke alamat perusahaan milik Arsa, aku sudah siap dan rapi dengan blouse

