“WOW!!!” komen Radit antusias melihat pesawat milik papa dan eyang kung. Aku tertawa. “Ini real Yang?” tanyanya saat berbalik menatapku. “I think so…” jawabku. Radit gantian tertawa lalu mendekat padaku. “Ready to honeymoon Mrs. Tedja?” tanyanya. “I’m ready to go” jawabku lalu memekik karena Radit menggendongku lagi. Aku lalu tertawa dan buru buru memeluk lehernya untuk menciumi wajahnya. “Kamu suka banget gendong aku?” tanyaku dan Radit bertahan menggendongku menaiki tangga pesawat mengabaikan awak pesawat yang tertawa melihat kelakuan kami. “Aku baru tau, kamu seenteng ini, beratmu berapa sih?” tanyanya. “Hm…lupa” jawabku asal. “Aku pikir hanya seberat satu sak semen” jawab Radit tepat kami sampai puncak tangga pesawat. “Mendekati” jawabku. “Aku pintar menebak” jawabnya lalu

