Allah mendatangkan ujian beserta dengan jalan keluarnya. *** "Assalamualaikum," sapaku pada Anggi yang sedang sibuk mencuci motor kesayangannya, dan masih memakai seragam kerja. Dia langsung menoleh ke arahku. "Eh, Zi ... wa'alaikumsallam. Ayok, sini masuk." Dia tampak seperti biasanya. Benar-benar tidak sedikit pun terlihat sedih, sampai membuatku heran. "Tunggu, ya. Sebentar lagi selesai, kok. Tadi berangkat kerja kehujanan. Nyusahin emang kalau hujan," rutuknya. Aku tersenyum samar melihat sikapnya yang pandai sekali menyembunyikan perasaan. Wajah cerianya terlukis sempurna. Dia belum tahu keputusan apa yang telah diambil Andri. Lalu, apakah masih bisa dia seceria itu setelah mengetahui semuanya? "Lo, baru pulang dari kafe?" dia tetap terlihat tenang saat bertanya. "Iya, sengaj

