DB-12-Maaf dan Memaafkan

1705 Words

Biasanya gue akan mengobrolkan banyak hal sama Pony saat dia menginap di kontrakan gue. Namun malam ini, interaksi gue sama dia cuma ala kadarnya saja. Entah kenapa tuh anak agak murung dan memilih diam daripada berkicau seperti biasanya. Gue bingung musti ngelakuin apa. Gue coba tanya apa dia lagi putus cinta atau apa. Eh! Pony cuma menggeleng seraya menunduk dalam. Asli, gue jadi khawatir. Barangkali sahabat gue ini ketempelan makhluk alus. Iya! Gue cemas kalau kalau Pony lagi kerasukan. "Pon?" panggil gue pelan seraya duduk bersisian di sampingnya di pinggiran kasur. Pony mendongak, saat itu gue makin cemas karena lagi-lagi matanya memerah dan berair. "Pon, lo kenapa? Kenapa nangis terus? Siapa yang bikin lo kayak gini, coba?! Bilang ke gue! ... Lo ng-gak kesurupan kan Pon?" Tiba-

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD