Re-Na berdiam diri di apartemen sambil bersenandung kecil. Kali ini ia tidak sendirian. Melainkan bersama Chan-Hoo. Hari minggu akan dihabiskan bersama untuk memperingati hari jadian yang ke seratus hari. Re-Na terlihat sibuk bersandar pada tubuh Chan-Hoo. Mereka duduk di ruang santai sambil menonton televisi secara random. Tidak ada acara menarik. Namun, cukup menghiburnya. Karena merayakan hari jadian yang ke seratus. Re-Na dan Chan-Hoo memutuskan untuk menghabiskan waktu berdua karena sama-sama meliburkan diri. Tidak ada niatan untuk pergi. Karena mereka hanya ingin berdua saja. Tanpa diganggu oleh orang lain. Menghabiskan waktu dengan berbincang dan menikmati kebersamaan. “Oppa ingat perjumpaan pertama kita?” tanya Re-Na. “Tentu saja aku ingat. Di antara sekian banyak orang berlalu

