Bab 33 : Kesalahpahaman Kecil

2142 Words

Malam hari Re-Na sedang kedatangan ayahnya di apartemen. Biasanya ia pulang larut malam. Namun, karena ayahnya menghubungi, ia jadi mengurangi jadwalnya supaya bisa pulang lebih awal. Sekarang mereka sedang duduk di sofa ruang santai. Membicarakan banyak hal. Salah satunya adalah perihal ibunya. Selama Re-Na hidup. Ia tidak pernah sekalipun melihat ayahnya yang begitu murung. Apalagi karena teringat almarhum ibunya. Semua dijalaninya dengan hati ikhlas. Hanya saja semua berubah. Karena memimpikan ibunya. Berakhir datang ke tempat ini. “Appa masih kepikiran?” “Ya, bahkan masih terbayang-bayang.” “Semuanya karena Appa belum juga mengikhlaskan Eomma. Cobalah merelakannya. Aku pun masih belum rela. Namun, berusaha untuk ikhlas.” “Kau benar. Tapi, sulit bagiku untuk melupakan senyum Eomma.

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD