Sepulang sekolah Cherry langsung menunggu kakak nya diparkiran dan dia juga akan mengomeli kakak nya itu, karena Nata sudah membuat Cherry sangat sial hari ini.
"Bang Nata!" teriak Cherry keras.
Nata yang berjalan santai sambil mendengarkan lagu lewat headseat nya, tidak mendengarkan panggilan dari Cherry, cowok tinggi itu tetap jalan sambil menikmati musik yang ia dengarkan.
"WOYYYY BANG NATAAAAA!!" teriak Cherry sekali lagi.
Nata? Dia tetap asik berjalan dan mendengarkan musiknya sambil bernyanyi tak jelas.
Cherry yang merasa dikacangkan pun langsung berjalan dan mulai mendekat ke arah Nata dengan berkacak pinggang.
"Kebakaran woyyy kebakaraaann!!" teriak Cherry tepat ditelinga Nata.
"Njir! Apa yang kebakaran?!" tanya Nata kaget dan langsung melepaskan headseat nya.
"Ogeb banget sih jadi abang! Dari tadi dipanggilin juga! Gue kesel sama lo!" teriak Cherry didepan wajah Nata.
"Lo kesel sama gue? Yaudah," balas Nata enteng.
"Kok yaudah sih? Lo harus bertanggung jawab atas kesialan gue hari ini! Gak sempet makan, nyamperin ke kelas lo yang ada diujung merauke tapi lo nya gak ada! Terus ditabrak adek kelas, ketemu sama cowok kadal! Aarrhghhh pokoknya ini semua karena lo!" tunjuk Cherry di depan wajah Nata.
"Adek ku sayaaaang, jangan marah ya nanti cepat tua loh," balas Nata dengan suara yang di alay alaykan.
"Yaudah lo mau pulang gak?!" tanya Nata.
"Gak."
"Yakin?"
"Hm,"
"Yaudah gue tinggal nih ya?" ucap Nata yang langsung memakai helm nya dan menaiki motor ninja nya.
"Ihhh Bang Nataaa! Gue ikut!" rengek Cherry akhirnya.
"Katanya kesel sama gue? Kok ikut?" tanya Nata sambil tersenyum geli.
"Bodo," Cherry pun langsung naik dan duduk dibelakang Nata dengan kasar.
Nata pun langsung melajukan motor nya dengan kecepatan sedang.
******
Sepulang sekolah tadi Arka sangat amat memendam amarahnya, karena seseorang yang telah menyakiti hati nya dan hati Bundanya kembali.
*Flashback on*
Ketika Arka ingin membuka pintu rumah nya, ia mendengar suara teriakan dan isakan dari dalam rumah, dengan cepat Arka membuka pintu dan masuk ke dalam.
"Kalau dulu kamu tidak bersama wanita itu pasti keluarga kita tidak akan menjadi seperti ini!" suara teriakan yang terdengar bergetar berasal dari Elena bunda Arka.
"Itu salahmu wanita bodoh! Dulu kau tidak bisa memberikan ku uang yang banyak! Uang itu hanya kau pakai untuk anak tak berguna mu itu!" ucap Rio Papa Arka.
"Dia juga anakmu! Darah daging mu! Jangan pernah berkata seperti itu!" bentak Elena mencoba tak takut.
"Arrgghh omong kosong!!"
Tangan Rio melayang hendak mengenai pipi Elena tetapi ada tangan yang mencegahnya.
"STOP!!"
"Mau apa anda kembali kesini lagi?! Hah!" tanya Arka dengan suara meninggi.
Rio yang mendengarnya langsung melepaskan tangan nya kasar dari cekalan Arka.
"Wah! Kamu sudah besar ternyata anakku, dulu kau hanya bisa menangis dan sekarang kau sudah bisa melawanku ya?" ucap Rio tersenyum sinis.
"Aku bukan anakmu!!"
"Wow! Hebat sekali kau sekarang! Berani membentak pada orang tua. Ini pasti karena didikanmu yang tidak benar!!" tajam Rio kepada Elena yang berstatus mantan istrinya.
Tangan Arka mengepal kuat, rahang nya mengeras dia tidak bisa lagi melihat ibunya dihina oleh orang berhati batu ini.
Tangan Arka hendak melayang ke wajah Rio.
"Apa? Kau ingin memukulku? Ayo pukul," tantang Rio.
"Arka, stop nak sudah jangan seperti itu," ucap Elena.
"Dia itu gak pantes nginjakin kaki dirumah ini lagi Bun! Mending suruh dia pulang!" ucap Arka marah.
"Benar kan apa kataku? Dia ini anak yang---," ucapan Rio terpotong.
"PERGI! PERGI DARI SINI!!" teriak Elena sekuat tenaga.
"Hmm baiklah! Kali ini aku mengalah! Tapi lain kali aku yang akan menang!" tajam Rio lalu pergi dari rumah itu dengan membanting keras pintu utama.
"Bunda nggak apa apa kan?" tanya Arka pada Bundanya.
"Nggak, bunda nggak papa, kamu pasti capek kan pulang sekolah? Mandi dulu terus kamu makan ya?"
"Iya Bun," Arka pun langsung menaiki tangga menuju kamarnya dengan amarah yang dipendam.
*Flashback off*
"Kepala keluarga macam apa dia itu!? Pria yang hanya bisa meminta uang kepada istrinya, lalu berfoya foya dengan wanita lain? Dan meninggalkan keluarganya begitu saja," Arka tersenyum miring.
Ya... Setelah kejadian tadi Arka langsung mandi dan makan menuruti perintah Bundanya, dan langsung kembali lagi ke kamar.
"Arrgghhh! Gue bosen! Gue mau cari angin! Nenangin pikiran!" ucap Arka sambil mengacak rambutnya.
Arka melirik jam yang melingkar di tangan kirinya.
"Masih jam setengah delapan malem, mending gue sepedahan ke taman depan komplek," ucapnya sambil beranjak dari tempat tidur.
Arka memang suka ber-sepeda sejak kecil, dia juga pintar bermain gitar, bernyanyi dan bermain basket.
Sebelum Arka keluar dia berpamitan terlebih dahulu kepada sang Bunda yang tengah menonton acara tv di ruang santai.
"Bun, Arka mau keluar sebentar ya cari angin," pamit Arka.
"Iya, jangan terlalu malam," balas Elena.
"Siap Bun," Arka pun langsung keluar dan mengambil sepeda gunung miliknya yang berada digarasi.
******
"Cherry! Tolong beliin mama garam ya di minimarket depan komplek," ucap Sinta sedikit keras dari dapur.
"Aduhh Maa! Ini udah malem Cherry takut ah," balas Cherry yang tengah asik menonton film komedi dilayar televisinya.
"Takut sama apaan lo? Sama setan? Yang ada setan yang takut liat muka lo!" sambar Nata yang juga sedang menonton tv.
"Cantik gini juga! Yang ada muka lo tuh kayak valak!" balas Cherry sewot.
"Ehhh sudah sudah! Ingat peraturan Mama apa? Mau kalian nggak Mama kasih uang jajan selama seminggu?" tanya Sinta mengingatkan.
"NGGAK! yaudah Bang Nata aja deh Ma yang beliin," ucap Cherry memelas.
"Idih ogah! Cowok apaan gue ke minimarket beli garem," tolak nata.
"Nata..Cherry..." ucap Sinta sambil menatap tajam kearah mereka berdua.
"Iya Ma iya, Cherry mengalah. Yaudah mana uang nya? Dilebihin ya Maa," rayu Cherry.
"Ini uang nya 5000 aja, kalau mama lebihin nanti malah kamu pakai jajan," balas Sinta.
"Astagaaa mama pelit amat, palingan juga cuma dapet permen nanti," ucap Cherry.
"Ya sudah... Permen kan juga makanan, dari pada nggak sama sekali," Sinta langsung memberikan uang nya.
"Iyadeh iya! Cherry mah anak berbakti nurut sama orangtua," Ucap Cherry dan langsung mengambil uang nya.
"Hati hati nanti lo ketemu samaaa...," ucapan Nata terpotong.
"Sama cogan cogan," lanjut Cherry.
"Disini yang cogan cuma gue doang!"
"Serah lo!"
******
Cherry berjalan di pinggir taman depan komplek, setelah membeli garam tadi Cherry malas hendak pulang kerumah nya langsung dan dia berfikir untuk duduk sebentar dikursi taman.
Pandangan Cherry beredar melihat suasana taman, dan mata Cherry berbinar seketika saat melihat penjual es krim.
"Ahh ada es krim beli ah," Cherry berucap dan hendak berdiri dari duduknya. Tetapi tiba tiba Cherry teringat akan sesuatu, jika ia tak punya uang lebih.
"Uang nya kan tinggal 2000 emang nya cukup?" tanya cherry pada dirinya sendiri.
"Dari pada gue ngiler ngeliatin dagang es krim mending gue pulang," ucap Cherry yang langsung berjalan untuk meninggalkan taman.
Saat Cherry akan menyebrang jalan tiba tiba....
Brukkk!
"AWWW KAKI GUEEE....!! hari ini bener bener hari paling sial!" teriak Cherry kesakitan sambil memegang kakinya yang tertabrak oleh sepeda.
"Ehh lo gapapa?" tanya seorang lelaki yang tengah berdiri dihadapan Cherry memasang wajah khawatir.
"Gapapa pala lu peang?! Bantuin kek!" Kesal Cherry.
"Yaudah sini," lelaki itu membantu Cherry berdiri.
Ketika Cherry menghadap kan wajahnya ke laki laki itu, tiba tiba saja matanya langsung terbelalak.
"Elo?! Elo lagi lo lagi! Bosen gue liatnya!" ucap Cherry kepada lelaki itu.
"Loh? Kok lo bisa ada disini?" tanya Arka heran. Ya lelaki itu adalah Arka.
"Ini kan emang daerah perumahan gue!" jawab Cherry ketus.
"Gue juga tinggal di daerah sini. Tapi gue belum pernah ngeliat lo," balas Arka.
"Gak penting!" balas Cherry sambil memutar kedua bola matanya malas, Arka yang melihatnya pun langsung mempunyai pikiran untuk membelikan gadis itu es krim sebagai tanda permintaan maaf.
"Hm.. lo mau es krim gak?" tanya Arka.
Cherry yang mendengarnya langsung bersorak 'iya' dalam hati, tapi ia gengsi untuk mengatakannya.
"Mau nggak? Sebagai tanda permintaan maaf gue nih karena udah nggak sengaja nabrak lo tadi," ujar Arka.
"Terserah,"
"Kok terserah sih? Yaudah kalo lo gak mau biar gue beli sendiri aja," Arka hendak pergi ke penjual es krim.
"Eh eh... Kan gue bilang nya terserah, bukan nggak," cegah Cherry.
"Elahh tinggal bilang 'iya' aja apa susahnya sih! Dasar gengsian banget jadi cewek!" sindir Arka.
"Yaudah beliin sana!" Cherry pun kembali duduk dikursi taman yang sempat ia duduki tadi.
"Biasa aja kali kalo ngomong!"
"Gue racunin t*i ayam rasain lo!" gumam Arka yang mulai berjalan ke penjual es krim.
Beberapa menit kemudian Arka pun datang dengan 2 es krim ditangannya.
"Nih," Arka menyodorkan es krim rasa coklat kepada Cherry.
"Thanks," ucap Cherry.
Mereka berdua pun langsung memakan es krim nya sambil menatap bintang di atas langit dengan suasana hening.
"Gue boleh tanya ga?" ucap Arka memecah keheningan.
"Apa?"
"Nama lo sebenernya siapa sih?" tanya Arka.
"Lo pengen banget tau?"
"Nggak juga,"
"Yaudah,"
"Kok yaudah sih? Curang dong!" balas Arka.
"Apanya yang curang?"
"Lo tau nama gue, sedangkan gue gak tau nama lo siapa." protes Arka.
"Cari tau aja sendiri!" balas Cherry.
"Apa susahnya sih ngasih tau nama doang?" tanya Arka kesal sendiri.
Cherry yang mendengarnya hanya mengangkat kedua bahunya tak peduli, dengan masih memakan es krim nya yang sisa sedikit.
Arka? Dia hanya menghembuskan nafas nya kesal. Sambil melirik ke arah Cherry.
"Nyebelin sih, tapi cantik," batin Arka.
Cherry sangat lahap memakan es krim nya sehingga dia tidak menyadari ada sisa es krim disudut bibirnya. Arka yang melihatnya pun langsung menahan senyumnya.
"Kayak orang gak pernah makan es krim aja lo! Makan sampe belepotan," ucap arka sambil membersihkan sisa es krim disudut bibir cherry.
Cherry langsung tersentak kaget, dan reflek menatap wajah arka, dan tatapan mereka pun bertemu.
1 detik
2 detik
3 detik
Cherry langsung tersadar dari lamunannya.
"Udah kali ngeliatinnya! Gue tau gue emang ganteng!" ucap arka dengan pedenya.
"Idih apaan sih lo! Pede gila! Muka kayak p****t panci aja belagu banget!" ejek Cherry.
"Halah ngaku aja deh lo gue ganteng kan?" goda Arka, memancing Cherry.
"Gak!"
"Udah ah gue mau pulang! Ini udah jam berapa lagi?" tanya Cherry.
Arka melirik jam tangan nya.
"Jam sembilan," balas arka.
"What?! Segitu lama nya gue disini? Mampus gue, bisa diomelin Mama kayak gini nih.....," Cherry pun mencoba mengikuti gaya bicara mamanya.
"Cherry kamu dari mana aja? Beli garem doang kok seabad?!"
"Cherry kamu ngeluyur ya?"
"Cherry kamu habis kecantol sama satpam depan komplek?!"
"Atau kamu habis ngapelin pacar kamu?"
Arka yang mendengar ocehan Cherry yang sedang mengikuti gaya bicara Mamanya barusan pun langsung tertawa terbahak bahak.
"HAHAHAHAHA, LO LUCU BANGET SUMPAH!!" ucap Arka sambil menggelegarkan gelak tawanya sangat keras.
Cherry yang melihatnya hanya memutar bola matanya malas. Dan terselip ide jail di otak nya. Cherry langsung membuka bungkus garam yang dibelinya tadi dan langsung ia tuangkan ditelapak tangannya.
"Urusan diomelin Mama pikir belakang aja! Yang penting ni cowok kadal diem!" batin Cherry.
Cherry pun langsung menutup mulut arka dengan tangannya yang berisi garam.
"Rasain! Diem gak lo?! Mampus." ucap Cherry.
"Huek... Huekk...Anjirrr asin banget! Kurangajar ya lo!" ucap Arka dengan raut wajah yang marah dan menahan rasa asin (dikerut kerutin gitu wajah nya).
"Nama nya aja garem ya asin lah b**o!" balas Cherry yang sudah melepaskan tangannya dari mulut Arka.
Arka hanya menatapnya kesal, andai saja dia bukan seorang cewek mungkin sudah habis itu orang, namun setelah itu Arka teringat akan sesuatu.
"Ohh iya! Gue tau sekarang nama lo, nama lo Cherry kan?" tanya Arka menebak.
"B..bukan!" jawab Cherry cepat.
"Alahh! Udah ketauan lo!"
"Terserah lo deh, gue mau pulang!" Cherry langsung berdiri dari tempat duduknya.
"Nggak mau gue anterin?" tanya Arka memberi tawaran.
"Gak usah!" tolak Cherry.
"Yakin? Dirumah yang itu katanya banyak makhluk nya loh! Apalagi dipohon besar itu! Udah gitu sekarang udah jam sembilan," ucap Arka menakut nakuti.
Cherry yang mendengarnya dengan susah payah menelan ludahnya, dia terus berfikir apakah dia harus menerima tawaran arka atau tidak.
"Yaudah deh, gue bareng!" ucap Cherry setelahnya.
Arka tersenyum penuh kemenangan, dan dia langsung mengambil sepeda gayung nya dan menghampiri Cherry kembali.
"Ayo naik," ajak arka.
"What? Lo mau naroh gue dimana? Di ban? Hah? Ini tu sepeda gunung, gak ada boncengannya lagi!" protes Cherry.
"Anak TK juga tau kalo ini sepeda gunung! Yang bilang ini lamborgini juga siapa?!" tanya Arka agak kesal.
"Elo barusan! yaudah terus gue duduk dimana oneng?" tanya Cherry lagi.
"Nih, duduk di depan. Duduk nya miring," ucap arka sambil menunjukkan tempat nya (Author gatau apa namanya, yang jelas duduk nya miring didepan sadel sepeda).
"Idihh! Itu sama aja lo nyari kesempatan didalam kesempitan!" sahut Cherry.
"Lo gamau? Kalo gamau yaudah gue tinggal!" ancam Arka yang hendak mengayuh sepedanya.
Cherry berpikir dengan cepat, dia juga sangat takut jika harus berjalan sendirian sampai kerumahnya.
"Yaudah iya," jawab Cherry yang akhirnya mengalahkan gengsinya.
"Nah gitu dong! Cepet naik!" perintah Arka.
Dengan ragu ragu Cherry pun duduk dengan posisi miring didepan arka.
"Awas lo ya gausah modus!" tajam Cherry saat sudah duduk dengan posisinya.
"Iya bawel lo, tapi gue gak janji!" balas Arka yang sudah menggayuh sepedanya dengan senyum kemenangan.
"Dasar cowok kadal!!"
Arka hanya acuh mendengarnya, dia sangat menikmati momen momen ini, bahkan dia melajukan sepedanya dengan pelan.
"Woii! Lo itu bisa naik sepeda ga sih!? Lemot amat! Cari cari kesempatan aja lo biar bisa lama lama sama gue!" celoteh Cherry.
"Lo diem atau gue cium?!" tanya Arka dengan menekankan perkataannya.
Cherry yang mendengarnya langsung bergidik ngeri, dan dia langsung menutup mulut nya rapat rapat.
"Baru digituin doang langsung ciut! Sekarang gue tau kelemahan lo!" batin arka.
*****
"Rumah lo yang mana?" tanya Arka.
"Itu yang ada tanaman gantung nya," balas Cherry sambil menunjuk rumahnya.
"Jadi ini rumah lo?" Tanya Arka yang sudah sampai didepan rumah Cherry.
"Iya, Emang kenapa?" tanya Cherry dan langsung turun dari sepeda Arka.
"Rumah kita itu bersebrangan! Cuma beda 2 rumah doang! Itu rumah gue," tunjuk arka pada rumah besar bergerbang.
"Loh! Kok gue gak pernah liat lo sih?" tanya Cherry.
"Kan gue anak baru! Dulu gue tinggal di apartemen sendirian, dan karena Bunda nyuruh gue buat tinggal disini, yaudah gue sekalian aja pindah sekolah yang lebih deket," jelas Arka.
Cherry hanya manggut manggut tanda mengerti.
"Lo anak nya Tante Elena?"