51. Ambyar

1874 Words

Ciiitttt Suara decitan kursi yang terdengar sedikit ngilu membuat Cherry membuka matanya perlahan, ia masih berusaha beradaptasi dengan cahaya lampu yang masuk. Kepalanya terasa pusing dan berat, badannya juga terasa sakit. Ia mengedarkan pandangannya, semua terlihat serba putih, indra penciumannya pun mulai merasakan bau obat-obatan khas rumah sakit. "Dek...udah bangun? Masih sakit nggak kepalanya?" tanya Nata yang langsung memegang tangan Cherry. "Masih bang. Kok gue bisa ada disini sih?" tanya Cherry pelan. "Bisa lah. Tadi Raffa yang bawa lo kesini, lo berani bohong ya sekarang sama gua? Tadi lo pamitnya mau kerja kelompok. Ehh ternyata malah ngeluyur ketempat lain." omel Nata sambil memutar bola matanya tanda kesal. "Gue nggak ngeluyur bang ishh!" "Halah alesan aja lo. Untung aja

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD