Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta. Disinilah mereka berlima berdiri, Cherry sedari tadi tak henti-hentinya memberikan Nata banyak peringatan. "Bang, awas lo ya kalo disana kecantol bule, gue gibeng lo ntar." "Jangan lama-lama disana." "Awas aja kalo lo nemuin adek baru disana. Gue mutilasi dia." "Kalo lo balik jangan lupa oleh-olehnya yang banyaaak!" "Iya Cher, iya. Berapa kali sih lo ngomong kaya gitu," balas Nata jengah. "Nata, lima belas menit lagi pesawatnya berangkat. Ayo cepetan," ucap Sinta pada Nata. "Iya Ma, bentar," balas Nata. Ia pun menatap kearah Nesya yang juga sedang menatapnya. "Ini buat lo, jaga baik-baik ya." Nata memberikan gantungan berbentuk panda lucu. "Jaga diri baik-baik." "Pasti. Lo juga, jangan lupa ngabarin gue terus setiap hari. Jangan lirik-lir

