63. Sampàh pembawa siàl

1750 Words

Ruang kerja pribadi Bima itu terlihat berantakan. Beberapa helai kain tampak berceceran di beberapa tempat. Sementara sofa hitam yang semula terasa dingin akibat terpaan mesin penyejuk udara, kini justru menjadi saksi betapa panasnya pergumulan dua orang insan yang tengah memadu kasih di atasnya. Dea tampak menungging. Dengan bertumpukan pada kedua lututnya di atas lantai, sementara separuh bagian tubuhnya yang lain bersandar pada badan sofa, wanita itu terlihat menggigit bibirnya. Memejamkan matanya erat-erat, sementara kedua tangannya tampak berpegang kuat pada lengan sofa. Membiarkan Bima mengambil alih kendali tubuhnya dari belakang sana. "Oh, Baby!" "Bim! ahh!" Dea memekik. Seiring dengan hujaman demi hujaman yang ia dapatkan dari Bima di belakang tubuhnya, wanita itu tampak meng

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD