74. Pencabutan gugatan

1353 Words

"Kamu yakin, akan tetap melakukannya?" tanya Bima, sebelum Dea benar-benar memasuki mobilnya. Dea mengangguk. Memulas satu senyuman tipis, lalu berkata, "Aku yakin, Bim." Bima pun menghela napas panjangnya. Mengecup singkat pucuk kepala Dea, ia lalu berpesan, "Hubungi aku, jika terjadi apa-apa. Aku akan langsung menyusulmu, ke sana." "Ck! Aku hanya mencabut tuntutanku saja, Bim. Tidak akan membuatku lelah dan pingsan di sana, sepanjang waktu." Dea tampak mencebikkan bibirnya, sementara Bima lantas terkekeh kecil. "Baiklah. Jaga dirimu, baik-baik. Dan ingat, jangan sekali-kali mencoba untuk bertemu dengannya!" pesan Bima untuk kesekian kalinya, dengan nada memperingatkan. "Iya, Bim. Iya. Ck, bawel!" Memulas senyum tipisnya, pria itu pun lantas mengacak pelan rambut Dea. Membuat

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD