"Setidaknya, lakukanlah demi calon anakku, De. Kumohon ...." Berdiri tak jauh dari sana, tampak Bima yang menatap keduanya dengan sorot mata tak terbaca. Rahang Bima tampak terkatup rapat. Berbalik, pria itu lalu melenggang pergi meninggalkan tempat itu dengan langkah lebarnya. Sementara Dea bergeming. Didengarkannya lirihan terakhir Citra, sebelum kemudian ia rasakan rengkuhan kedua tangan itu mengendur. Disusul dengan sebuah bobot tubuh yang lantas terasa menimpa kedua kakinya dari arah belakang. Dea menengok. Didapatinya Citra yang tampak meringkuk di bawah sana, dengan mata terpejam. "Cit? Citra?!" panggil Dea. Kening Dea berkerut. Ditariknya lepas kedua kakinya dari timpaan tubuh Citra yang tengah bersandar padanya. Dea berjongkok. Lalu diguncangnya pelan bahu Citra dengan menggu

