Devan menggedor pintu rumah Keisha dan Terry, tapi tidak ada yang membukakan pintu untuknya, bahkan Terry juga tidak terlihat keluar untuk menemuinya. Devan berlalu dari sana, ia melanjukan mobilnya di sepanjang jalan kota seraya memperhatikan setiap pejalan kaki, jalan torotar, kedai ataupun Toko yang terjajar di sepanjang jalan kota untuk menemukan Keisha yang mungkin berada di salah satu tempat itu. Semua ini membuatnya frustasi, dia membutuhkan Keisha sama halnya dengan oksigen yang ia butuhkan untuk bernafas. Keisha seperti sumber kehidupan bagi Devan. Semua hal yang terjadi di dalam kehidupannya seolah mati, berkabut tanpa ada cahaya dan Keisha datang membawa cahaya itu, namun semuanya seolah meredup dan menggelap ketika ia pergi. Waktu semakin larut, Devan berada di sebuah Club m

