Bab 9

1681 Words

8 April 2019 "Kapan temen kamu ke sini lagi, Mel?" tanya ibu saat menyiapkan sarapan pagi. "Emangnya kenapa? Lagian Amel juga nggak ada hubungan apa-apa." "Kamu itu jangan terlalu cuek sama lelaki. Kalau dia kabur gimana? Beruntung ada yang mau deketin kamu. Coba kamu bertingkah sedikit centil gitu, Mel," kata ibu tanpa jeda. Kuhela napas sambil memutar bola mata, aku bukan perempuan remaja yang bakal berlagak centil dan manja pada lelaki. Aku juga bukan perempuan murahan yang mencari perhatian lelaki dengan bersikap berlebihan seperti itu. Tidak kubalas kalimat ibu,  lebih baik aku diam sembari menghabiskan sarapan dan berangkat ke rumah sakit. Setidaknya di sana aku terhindar dari khayalan tinggi Mama. #### Rumah sakit tempatku bekerja akan melakukan akreditasi untuk meningkatkan

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD