-Ardan- Entah sudah berapa lama semenjak kejadian di pinggir jalan waktu itu, aku tidak seberapa bisa mengingatnya sekarang. Namun, satu hal yang kuingat adalah kedatangan seorang lelaki yang berlagak seperti pahlawan kesiangan, melerai pertengkaranku dengan Amelia--mantan kekasihku. Serpihan luka itu tidak terlalu sakit, percuma pula jika hanya berdiam diri di satu titik. Dia pun mungkin sudah berbahagia dengan keluarga kecilnya. Aku tersenyum kecut, menyesap secangkir kopi di warung dekat rumah. Butuh waktu tiga tahun bagiku untuk membuka hati lagi, sungguh aku benar-benar pengecut kan. Padahal lelaki ditakdirkan untuk mencari tulang rusuknya, bukannya malah menangisi perempuan yang telah memantapkan hati memilih yang lain. Usai putus dengan Amelia, memang hidupku seperti tanpa ny
Download by scanning the QR code to get countless free stories and daily updated books


