Bab 18

1439 Words

27 Mei 2019 Malam itu tidak menjadi malam yang kelabu meski ini bukan hari sabtu. Jika orang lain bakal kencan di hari sabtu, namun tidak dengan Arion. Pria tinggi dan manis itu akhirnya datang ke rumah dengan setelan jeans dan kaus polo birunya. Kulit putihnya berubah sedikit kecoklatan namun tidak mengubah sisi ketampanan dirinya. Mungkin karena terlalu banyak ditimpa teriknya matahari saat penugasan di Jakarta kala itu. Kini dia tersenyum sambil mengedipkan sebelah matanya saat aku keluar dari dapur seraya membawa cangkir teh membuat diriku hampir menjatuhkan nampan. Astaga ... Ini di rumahku bukan di rumah orang lain. "...dulu Om juga sering ditugaskan ke luar kota. Bahkan sampai luar negeri jadi pasukan perdamaian," kata ayahku. "Makanya jangan ngeluh kalau dapat SP, hitung-hitung

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD