Tamu Istimewa

2358 Words

Wina terperanjat kaget begitu Danar tiba-tiba datang dan menggebrak meja sambil berteriak padanya, wajah laki-laki itu memerah dengan tatapan tajam penuh emosi dia berikan kepada mantan istrinya itu. Di sebelah wanita itu violin bersimbah air mata sambil mengelus-elus pahanya yang tadi sempat menerima cubitan dari sang ibu. "Mas kok kamu bisa di sini? aku ajak Violin liburan sebentar besok aku anterin dia pulang," kata Wina masih berusaha membela diri, wanita itu bahkan berusaha memegang lengan Danar yang berdiri di sebelahnya. "Enggak usah banyak bicara lagi kamu! Aku benar-benar muak dengar semua omongan kamu!" bentak Danar pada wanita itu, seketika mereka semua menjadi tontonan pengunjung restoran yang sedari tadi sudah mencuri-curi pandang ke arah meja Wina saat Violin meminta di

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD