Bab 13 Story teller

1134 Words

Begitu pintu kontrakan terbuka, Sisil masuk dengan langkah ringan yang hampir melompat. Wajahnya bersinar. Tangannya memeluk boneka beruang kecil seperti piala kemenangan. Boneka dari Lucas, yang dimenangkan dengan susah payah dan menghabiskan lebih banyak uang dibandingkan harga aslinya. Dhea yang sedang rebahan sambil scroll ponsel langsung menoleh. Ia menyipitkan mata, menilai dan mengamati lalu duduk tegak. Dia sejak tadi memang menunggu Sisil, sengaja. Dia ingin tahu bagaimana kencan sahabatnya. Bila menilai dari situasinya, sepertinya tidak perlu khawatir. Namun, Sisil tersenyum terlalu lebar untuk sebuah kencan pertama. “Oke. Ini mencurigakan.” Sisil berhenti di tengah ruangan. Dia menatap Dhea yang melihatnya seperti seorang jaksa yang sedang menginterogasi terdakwa. “Apanya ya

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD