Mendengar pertanyaan yang Bastian lontarkan, Starla menyempatkan waktu untuk menoleh ke arah pria itu. "Iya, tentu saja. Aku pribadi adalah wanita yang sulit menerima hal yang menurutku bisa membuat hidupku abstrak. Yang semula penuh warna, menjadi gelap. Yang semula bercahaya, menjadi redup, yang semula mudah menjadi sulit. Bukankah itu sama saja dengan mempersulit diri sendiri?" Bastian menggelengkan kepala. "Tidak juga." Starla menyedekapkan tangan di d**a. "Apanya yang tidak juga? Itu kan jawaban versi diriku sendiri. Kamu bertanya dan itu adalah jawabanku." Bastian mengusap dagu. "Apa kamu pernah mempunyai kekasih yang seperti itu? Yang sudah banyak meniduri wanita?" "Tentu saja belum." "Lalu, kenapa kamu sembarangan berasumsi? Hubungan yang belum di jalani, mana bisa tau? Setid

