Sudah dua hari Gista tidak bertemu dengan Dipta. Sejak malam itu, keesokan harinya Siska meminta bantuan Dipta untuk mengantar dan menjemput sekolah Bella. Gista tidak keberatan. Awalnya. Namun saat tak bertemu Dipta dua hari serta pesan dan telepon yang jarang di tanggapi membuat Gista uring-uringan juga. "Kenapa, sih, kayak kesel gitu? " Tanya Zalfa di sela mengunyah mie ayam yang ia santap. "Dipta." Balas Gista malas. Ia meletakkan ponselnya diatas meja lalu beralih ke mangkuk mie ayam yang ada di hadapannya. Mie ayam itu terlalu sayang untuk di abaikan. Meski kesal karena Dipta belum membaca ataupun membalas pesan yang ia kirim dari pagi. "Kalian bertengkar? " "Enggak." "Lah, terus? Biasanya cewek kesel, kan, gara-gara cowoknya. Terus masalahnya apa? " "Ceritanya panjang."

