Acceptance

2077 Words

Laura. Nico. Adityo. Nico. Hartawan. Nico. Akh!! Aku bisa gila kalau terus-terusan begini. Aku sudah berdiri di depan cermin selama setengah jam penuh hanya untuk memandang mukaku sendiri seperti apa jika sedang memanggil nama Kodok. "Nico... Nic.. Akh!!! Nggak bisaa! Kenapa jantung gue jadi degup-degup kayak ikan yang mau dipotong segala sih?!" Aku berteriak sambil mengacak-acak rambutku. "Woi! Berisik banget sih lo!? Gua mau tidur nih!" Seru seorang co-ass yang sedang tidur di barak co-ass. Aku pun segera minta maaf. Hari ini aku jaga malam. Kalian tahu? Besok adalah hari Sabtu. Ya, kalian benar. Besok aku akan bertemu dengan keluarganya Kodok Nico. Aku tidak bisa tidur hari ini karena memikirkan cara bagaimana aku bisa memanggil Kodok dengan sebutan namanya yang benar. Tiap

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD