Nia bersiap berangkat ke kantor hari ini. Setelah selesai membersihkan rumah dan membereskan semua cucian piring yang menumpuk, Nia bergegas pergi. “Lebih baik aku menunggu taksi online di depan gang saja.” Batin Nia. Mobil Nia memang ditinggalkannya di parkiran kantor sejak dia dibawa ke rumah Leon setelah pingsan diruang rapat. Nia memang sengaja meninggalkannya karena Nia berencana tidak pulang beberapa hari karena tekanan dari ibu dan kakaknya yang terus menderanya setiap kali bertemu dengan mereka. Ketika Nia pulang semalam pun, ibu dan kakaknya sengaja mendiamkannya sampai pada pagi ini. Mungkin mereka marah karena Nia mengabaikan permintaan mereka. “Ya halo pak. Saya ada di depan gang ya pak. Sesuai map yang saya set di aplikasi.” Nia menelpon supir taksi online yang akan menjem

