Dina melemparkan tasnya ke kasur den kuat begitu begitu dirinya masuk ke dalam kamarnya. Matanya memerah dan sedikit bengkak karena menangis selama diperjalanan pulang. Dihempaskannya tubuhnya dipinggir tempat tidur dan terduduk. Ditutupnya wajahnya dengan kedua tangannya dan kembali menangis. Leon sama sekali tidak berkata kasar padanya namun kata-kata yang keluar dari mulutnya begitu menyakiti hati Dina. Secara tidak langsung Leon telah menolaknya mentah-mentah, dan itu sangat menghina harga dirinya. “Disaat aku menyatakan cintaku padanya, disaat itu pula dia mengatakan dia mencintai wanita lain. Kau memang laki-laki kejam, Leon! Arrggghhh!” Dina teriak dan menghempaskan tubuhnya diatas kasur tempat tidurnya. Tubuhnya lemas kehabisan tenaga. Dina tertidur dalam tangisnya. Pukul 19.00 W

