Nia begitu senang melihat sebuah bouquet bunga mawar merah telah tergeletak di atas meja kerjanya. Tak perlu lagi dia bertanya siapa yang memberikannya bunga itu. nia memang selalu menantikan bunga itu di atas meja kerjanya sebagai pengganti rasa rindunya pada sang pengirim bunga itu. Segera dilangkahkan kakinya mendekati bouquet itu. diletakkannya tas yang ada ditangannya dan dengan semangat diraihnya bunga-bunga mawar yang sangat indah di depannya. Diciumnya perlahan sambil menutup matanya. “Rindu banget dengan dia.” Gumam Nia Di rebahkannya tubuhnya di atas kursi kerja dan mengambil ponsel dari dalam tasnya. Dicarinya kontak Leon. “Dia sedang apa ya?” batin Nia Ketika akan menekan tombol memanggil, tangan Nia terhenti. “Eh tunggu dulu.” Nia melihat ke arah jam yang ada ditanganny

