Andre terduduk di kursi kerjanya. Matanya menatap layar monitornya sementara jari tangannya terus mengetuk-ketuk meja kerjanya mengikuti ritme otak yang melayang entah kemana. Andre menghela napas dengan kasar. Di usapnya wajahnya dengan kedua tangannya. Pikirannnya kusut. “Apa yang harus aku lakukan?” ucap Andre sambil terus menutupi wajahnya. “Apa maksud dari perkataan Leon kemarin? Nia dalam bahaya? Siapa yang mengancam hidup Nia?” Andre membuka tangannya dari wajahnya Pintu ruangan kerja Andre di ketuk oleh seseorang. Andre tersadar dan melihat ke arah pintu. “Masuk!” perintah Andre Lisa, sekretaris Andre masuk ke dalam ruangan kerja Andre. “Ada Bu Dina, ingin bertemu dengan bapak.” Ucap Lisa “Suruh masuk saja.” Jawab Andre “Baik, Pak.” Lisa keluar dari ruangan kerja Andre dan

