39

558 Words

“Rania Maheswari,” suara pria di ambang pintu itu terdengar rendah, tetapi setiap kata menimbulkan getaran di d**a. Rania menatapnya lurus. Sosok itu tinggi, tegap, dan ada aura yang membuat seluruh ruangan terasa lebih sempit. Napasnya tertahan, tapi wajahnya tetap tenang. “Siapa…?” Keysha akhirnya bersuara, matanya menatap pria itu dengan campuran penasaran dan curiga. Pria itu tersenyum tipis, tanpa menyingkap maksud. “Aku hanya ingin memastikan semuanya berjalan adil. Tidak lebih, tidak kurang.” Arvin menatapnya tajam. “Adil menurut siapa? Apakah ini bagian dari rencana kalian?” Sosok itu hanya mengangkat bahu. “Aku di sini karena proyek ini tidak pernah selesai dengan benar. Dan beberapa hal harus diperbaiki sebelum semuanya berakhir.” Rania merasakan dadanya menegang. Hatinya c

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD