BATAL NIKAH (5) Aku menatap pada wanita paruh baya yang memakai daster rumahan itu. Tampilannya sederhana dan rupanya pun biasa. Tidak ada mirip-miripnya sekali dengan Bang Arya. “Perkenalkan, Saya Alma, Bu!” Aku menangkupkan tangan di d**a pada akhirnya. “Saya Bi Sumi, Non! Yang biasa bersih-bersih di rumah ini! Mari masuk, Non! Tuan Kecil!” ujarnya sambil memberikan kami jalan. Aku tertegun. Ternyata dugaanku salah. Kukira dia adalah ibu mertuaku. Namun ternyata bukan. Dia hanya orang yang biasa bersih-bersih di rumah ini. Aku cukup geli dengan dipanggil non olehnya. Terlebih dia memanggil Bang Arya dengan sebutan Tuan kecil. "Gak usah panggil Non, Bi!" ujarku. "Ya udah panggil Neng aja kalo gitu, ya!" ucapnya. Aku hanya mengangguk saja. Azka membawakan koperku ke dalam. La

